Senin, 11 Agustus 2014

PENYAKIT TERHADAP SISTEM INDERA MANUSIA



BAB I
Pendahuluan
1.1  Latar Belakang
Alat indra bertugas mengenal lingkungan dan memberi respon terhadap segala rengsangan yang terjadi terhadap tubuh. Dengan adanya indra, tubuh mampu merespon lingkungan da memproteksi diri dari berbagai gangguan. Kemampuan merespon rangsangan dari lingkungan disebabkan oleh reseptor yang dimiliki oleh indra. Rangsangan adalah semua penyebab perubahan dalam tubuh atau bagian tubuh.
Pada akhir-akhir ini banyak orang yang mengeluh karena penyakit. Terutama penyakit pada alat indra. Hal ini banyak disebabkan kerena banyak faktor. Misalnya : faktor genetik, makanan, lingkungan dll. Hal ini disebabkan pola makan masyarakat modern jauh dari kata sehat dan bergizi . Banyaknya makanan yang cepat saji yang tak sehat yang beredar di lingkungan masyarakat modern. Makanan instan biasanya mengandung banyak pengawet yang berbahaya bagi tubuh, hal itu bisa menyebabkan penyakit pada alat indra. Faktor lain misalnya faktor genetik yang sangat berpengaruh besar terhadap penyakit pada alat indra, dan ada juga disebabkan oleh kekurangan zat makanan tertentu, misalnya penyakit mata yang diakibatkan karena kekeurangan vitamin A penyakit kulit kasar yang diakibatkan oleh kekurangan vitamin E, dan lain sebagainya yang akan dibahas dalam makalah ini.
Kelainan dan penyakit pada alat indra dapat mengganggu manusia ketika berinteraksi terhadap lingkungannya. Banyak orang yang malu karena penyakit kulit yang menyerang tubuhnya misalnya jerawat, panu, kudis, kurap, dll. Orang akan cenderung tidak percaya diri untuk berpergian keluar rumah dikarenakan malu terhadap keadaan kulitnya. Hal tersebut juga dipacu pengaruh lingkungan yang ekstrim yang mambuat kulit kita menjadi gatal-gatal. Dan hal tersebut juga dipengaruhi oleh pola makan yang tidak sehat. Misalnya makan makanan yang banyak mengandung lemak akan mengakibatkan kulit menjadi berjerawat. Dalam hal ini masyarakat belum sepenuhnya mengetahui tentang penyakit yang menyerang alat indra ini. Hal ini karena masih rendahnya pendidikan dan sosialisasi tentang penyakit pada alat indra. Banyak oarang yang acuh tentang kesehatan alat indranya, padahal penyakit pada alat indra bukanlah penyakit yang bisa disepelekan. Dan bisa dianggap serius apabila tidak segera ditangani . karena penyakit pada alat indra merupakan penyakit yang menyerang organ penting kita. Apabila salah satu dari indra kita terserang penyakit maka kerja saraf kita juga akan ikut terganggu. Misalnya : apabila kita sakit flu maka juga akan mamengaruhi kerja indra yang lain, yaitu kerja indra pengecap yang menjadi teras pahit apabila makan makanan tertentu saat tubuh kita terserang flu. Dan masih banyak lagi kasus yang lainnya.
Maka dari itu, penting sekali untuk menjaga kesehatan alat indra kita. Jangan anggap sepele tentang penyakit yang menyerang alat indra kita karena dapat menjadi hal yang sangat fatal apabila tidak segera diatasi. Sebelum kita terkena penyakit ada baiknya kita mencegah datangnya penyakit tersebut. Karena mencegah lebih baik daripada mengobati. Pada makalah ini akan dibahas masalah tentang penyakit yang menyerang alat indra kita. Dan sebagian ada cara mengobati dan mengatasinya. Dan apabila penyakit pada alat indra terlanjur parah sebaiknya konsultasi ke dokter dengan segera, karena dapat membuat alat indra yang lain menjadi terserang sehingga juga akan menyerang sistem saraf kita. Karena hal tersebut juga akan mampengaruhi aktivitas dalam kehidupan sehari hari apabila kita terserang penyakit yang menyerang sistem alat indra kita. Semoga makalah ini dapat memberikan wacana tentang berbagai macam penyakit yang menyerang alat indra kita.dan pada bagian pembahasan semua akan dikupas tentang berbagai macam penyakit pada alat indra.

1.2  Rumusan Masalah
1.2.1 Apa penyakit yang menyerang indra pengelihatan ?
1.2.2 Apa penyakit yang menyerang indra pendengaran ?
1.2.3 Apa penyakit yang menyerang indra pembau ?
1.2.4 Apa penyakit yang menyerang indra peraba ?
1.2.5 Apa penyakit yang menyerang indra pengecap ?

1.3  Tujuan dan Manfaat Penulisan
1.3.1 Memberikan wacana tentang berbagai penyakit alat indra pada manusia.
1.3.2 Memberikan pengetahuan agar kita selalu berpola hidup sehat.
1.3.3 Mengajak pembaca agar tidak mengacuhkan penyakit tentang alat indra.
1.3.4 Mengetahui akibat dan sebab penyakit pada alat indra.
1.3.5 Memberi pengetahuan agar kita selalu menjaga tubuh kita dari serangan penyakit.



















BAB II

Pembahasan

2.1 Penyakit yang menyerang indra pengelihatan :

2.1.1 Miopi (Rabun Jauh)
Miopi adalah suatu gangguan dimana penderitanya kehilangan kemampuan untuk melihat benda-benda yang jaraknya jauh dengan jelas. Akibatnya, penderita miopi tidak dapat melihat tulisan dari jarak jauh. Penderita miopi dapat ditolong dengan menggunakan kacamata berlensa cekung.
2.1.2 Hipermetropi (Rabun Dekat)
         
Hipermetropi adalah suatu gangguan dimana penderitanya kehilangan kemampuan untuk melihat benda-benda yang dekat dengan jelas. Akibatnya, penderita hipermetropi tidak dapat melihat tulisan dari jarak dekat. Penderita hipermetropi dapat ditolong dengan menggunakan kacamata berlensa cembung.
2.1.3 Presbiopi (Mata Tua)
Presbiopi adalah suatu gangguan dimana penderitanya kehilangan kemampuan untuk melihat benda-benda yang jaraknya jauh maupun dekat dengan jelas. Gangguan ini umumnya diderita oleh golongan lanjut usia. Penderita presbiopi dapat ditolong dengan menggunakan kacamata berlensa rangkap.

2.1.4 Rabun Senja
Rabun senja atau rabun ayam adalah gangguan penglihatan akibat kekurangan vitamin A. Akibatnya penderita rabun senja kesulitan melihat benda saat terjadi perubahan dari terang menuju gelap atau saat senja hari.
2.1.5  Katarak
         
Katarak adalah gangguan pada mata dimana lensa mata menjadi mengeruh. Katarak dapat disebabkan oleh kekurangan vitamin B atau karena faktor usia. Katarak dapat disembuhkan dengan cara operasi katarak. Katarak juga dapat diakibatkan oleh cedera pada mata atau trauma fisik. Sebuah studi menunjukan katarak berkembang diantara pilot-pilot pesawat komersial tiga kali lebih besar dari pada orang-orang dengan pekerjaan selain pilot. Hal ini diduga disebabkan oleh radiasi berlebihan yang berasal dari luar angkasa. Katarak juga biasanya sering terjadi pada orang yang terkena radiasi inframerah, seperti para tukang (meniup)kaca yang menderita “sindrom Pengelupasan”. Eksposur terhadap radiasi gelombang mikro juga dapat menyebabkan katarak. Kondisi atopik atau alergi yang juga dikenal untuk mempercepat perkembangan katarak, terutama pada anak-anak. Katarak dapat terjadi hanya sebagian atau penuh seluruhnya, stasioner atau progresif, keras atau lembut. Beberapa obat dapat menginduksi perkembangan katarak, seperti kortikosteron dan Seroquel. Gejala : Penderita katarak akan mengalami pengelihatan yang buram, ketajaman pengelihatan berkurang, sensitivitas kontras juga hilang, sehingga kontur, warna bayangan dan visi kurang jelas karena cahaya tersebar oleh katarak ke mata. Tes sensitivitas kontras harus dilakukan dan jika kekurangan sensitivitas kontras terlihat makan dianjurkan untuk konsultasi dengan spesialis mata. Di dunia berkembang, khususnya di kelompok berisiko tinggi seperti penderita diabetes, disarankan untuk mencari konsultasi medis jika ‘halo’ yang terjadi disekitar lampu jalan di malam hari, terutama jika fenomena ini tampak hanya dengan satu mata. Gejala-gejala katarak sangat mirip dengan gejala citrosis mata. Akibat : Lensa mata menjadi keruh dan cahaya tidak dapat menembusinya, bervariasi sesuai tingkatannya dari sedikit sampai keburaman total dan menghalangi jalan cahaya. dalam perkembangan katarak yang terkait dengan usia penderita dapat menyebabkan penguatan lensa, menyebabkan penderita menderita miopi, menguning secara bertahap dan keburaman lensa dapat mengurangi persepsi akan warna biru. Katarak biasanya berlangsung perlahan-lahan menyebabkan kehilangan penglihatan dan berpotensi membutakan jika tidak diobati. Kondisi ini biasanya mempengaruhi kedua mata, tapi hampir selalu satu mata dipengaruhi lebih awal dari yang lain. Sebuah katarak senilis, yang terjadi pada usia lanjut, pertama kali akan terjadi keburaman dalam lensa, kemudian pembengkakan lensa dan penyusutan akhir dengan kehilangan transparasi seluruhnya. Selain itu, seiring waktu lapisan luar katarak akan mencair dan membentuk cairan putih susu, yang dapat menyebabkan peradangan berat jika pecah kapsul lensa dan terjadi kebocoran. bila tidak diobati, katarak dapat menyebabkan glaukoma. Cara pencegahan : Menjaga pola makan bergizi yang baik untuk proses metabolisme, seperti konsumsi buah dan sayuran serta menjaga agar tidak terjadi trauma atau kecelakaan pada mata. Cara pengobatan : Satu-satunya pengobatan untuk katarak adalah pembedahan. Pembedahan dilakukan jika penderita tidak dapat melihat dengan baik dengan bantuan kaca mata untuk melakukan kegiatannya sehari-hari. Beberapa penderita mungkin merasa penglihatannya lebih baik hanya dengan mengganti kaca matanya, menggunakan kaca mata bifokus yang lebih kuat atau menggunakan lensa pembesar. Jika katarak tidak mengganggu biasanya tidak perlu dilakukan pembedahan. Operasi katarak sering dilakukan dan biasanya aman. Setelah pembedahan jarang sekali terjadi infeksi atau perdarahan pada mata yang bisa menyebabkan gangguan penglihatan yang serius. Untuk mencegah infeksi, mengurangi peradangan dan mempercepat penyembuhan, selama beberapa minggu setelah pembedahan diberikan tetes mata atau salep. Untuk melindungi mata dari cedera, penderita sebaiknya menggunakan kaca mata atau pelindung mata yang terbuat dari logam sampai luka pembedahan benar-benar sembuh.
            2.1.6 Astigmatisme
                  
Astigmatis (mata silindris) adalah kelainan pada mafa yang menyebabkan penglihatan menjadi kabur. Hal ini terjadi karena penderita tidak mampu melihat garis-garis horizontal dan vertikal secara bersama-sama. Mata tidak mampu memfokuskan pandangan karena kornea mata tidak berbentuk bola. Kelainan ini dapat diatasi dengan memakai kacamata silindris.

2.1.7  Keratomalasi
         
Keratomalasi ditandai dengan kornea mata yang keruh. Penyebabnya adalah kekurangan vitamin A yang sangat parah. Jadi, penyakit ini merupakan tingkat lanjut rabun senja. Kekurangan vitamin A menimbulkan penebalan selaput lendir mata. Akibatnya, permukaan mata yang biasanya basah menjadi kering dan kasar (xeroftalmia/xerosis). Ji ka tidak segera cliatasi. akan menimbulkan kebutaan.
            2.1.8  Juling
                  
Kelainan mata ini disebabkan adanya ketidak serasian kerja otot penggerak bola mata kanan dan kiri. Kelainan ini dapat diatasi dengan tindakan operasi pada otot mata.
            2.1.9  Glaukoma
                       
Kelainan ini ditandai dengan peningkatan tekanan di dalam bola mata. Tekanan terjadi karena adanya sumbatan pada saluran di dalam bola mata dan pembentukan cairan di bola mata yang berlebihan. Kelainan yang tidak segera diatasi dapat menyebabkan kebutaan. Kelainan ini dapat diatasi dengan obat-obatan yang harus diminum seumur hidup atau dengan tindakan pembedahan.
            2.1.10  Buta Warna
                  
Penderita buta warna tidak dapat membedakan warna tertentu. misalnya merah, hijau. dan biru. Buta warna merupakan penyakit keturunan yang tidak dapat disembuhkan. Buta warna lebih banyak diderita laki-laki dari pada perempuan. 1. Trikromasi. Yaitu mata mengalami perubahan tingkat sensitivitas warna dari satu atau lebih sel kerucut pada retina. Jenis buta warna inilah yang sering dialami oleh orang-orang. Ada tiga klasifikasi turunan pada trikomasi: • Protanomali, seorang buta warna lemah mengenal merah, • Deuteromali, warna hijau akan sulit dikenali oleh penderita, • Trinomali (low blue), kondisi di mana warna biru sulit dikenali penderita. 2. Dikromasi Yaitu keadaan ketika satu dari tiga sel kerucut tidak ada. Ada tiga klasifikasi turunan: Protanopia, sel kerucut warna merah tidak ada sehingga tingkat kecerahan warna merah atau perpaduannya kurang • Deuteranopia, retina tidak memiliki sel kerucut yang peka terhadap warna hijau • Tritanopia, sel kerucut warna biru tidak ditemukan. 3. Monokromasi Monokromasi sebenarnya sering dianggap sebagai buta warna oleh orang umum. Kondisi ini ditandai dengan retina mata mengalami kerusakan total dalam merespon warna. Hanya warna hitam dan putih yang mampu diterima retina. Cara Pencegahan : Dilakukan tes kromosum untuk mengetahui resiko anak mengalami buta warna atau tidak, apalagi jika ibu atau anggota keluarga lain mengalami buta warna. Cara Pengobatan : Biasanya, para penderita buta warna dapat diobati dengan terapi.







            2.1.11  Ablasio
                  
Penyebab : Akibat adanya satu atau lebih robekan-robekan atau lubang-lubang di retina, dikenal sebagai ablasio retina regmatogen (Rhegmatogenous Retinal Detachment). Kadang-kadang proses penuaan yang normal pun dapat menyebabkan retina menjadi tipis dan kurang sehat, tetapi yang lebih sering mengakibatkan kerusakan dan robekan pada retina adalah menyusutnya korpus vitreum, bahan jernih seperti agar-agar yang mengisi bagian tengah bola mata.Korpus vitreum melekat erat pada beberapa lokasi. Bila korpus vitreum menyusut, ia dapat menarik sebagian retina ditempatnya melekat, sehingga menimbulkan robekan atau lubang pada retina.Beberapa jenis penyusutan korpus vitreum merupakan hal yang normal terjadi pada lanjut usia dan biasanya tidak menimbulkan kerusakan pada retina. Korpus vitreum dapat pula menyusut pada bola mata yang tumbuh menjadi besar sekali (kadang-kadang ini merupakan akibat dari rabun jauh), oleh peradangan, atau karena trauma. Pada sebagian besar kasus retina baru lepas setelah terjadi perubahan besar struktur korpus vitreum.Bila sudah ada robekan-robekan retina, cairan dari korpus vitreum dapat masuk ke lubang di retina dan dapat mengalir di antara lapisan sensoris retina dan epitel pigmen retina. Cairan ini akan mengisi celah potensial antara dua lapisan tersebut diatas sehingga mengakibatkan retina lepas. Bagian retina yang terlepas tidak akan berfungsi dengan baik dan di daerah itu timbul penglihatan kabur atau daerah buta. Bentuk ablasio retina yang lain yaitu ablasio retina traksi ( Traction Retinal Detachment ) dan ablasio retina eksudatif (Exudative Retinal Detachment) umumnya terjadi sekunder dari penyakit lain. Ablasio retina traksi disebabkan adanya jaringan parut (fibrosis) yang melekat pada retina. Kontraksi jaringan parut tersebut dapat menarik retina sehingga terjadi ablasio retina. Ablasio retina eksudatif dapat terjadi karena adanya kerusakan epitel pigmen retina (pada keadaan normal berfungsi sebagai outer barrier), karena peningkatan permeabilitas dinding pembuluh darah oleh berbagai sebab atau penimbunan cairan yang terjadi pada proses peradangan.
Gejala :Floaters (terlihatnya benda melayang-layang). yang terjadi karena adanya kekeruhan di vitreus oleh adanya darah, pigmen retina yang lepas atau degenerasi vitreus itu sendiri. Photopsia/Light flashes(kilatan cahaya). tanpa adanya sumber cahaya di sekitarnya, yang umumnya terjadi sewaktu mata digerakkan dalam keremangan cahaya atau dalam keadaan gelap.Penurunan tajam penglihatan. penderita mengeluh penglihatannya sebagian seperti tertutup tirai yang semakin lama semakin luas. Pada keadaan yang telah lanjut, dapat terjadi penurunan tajam penglihatan yang berat.
Akibat : Penurunan tajam pada penglihatan yang dapat menyebabkan kebutaan.
Cara pencegahan : Gunakan kaca mata pelindung untuk mencegah terjadinya trauma pada mata, Penderita diabetes sebaiknya mengontrol kadar gula darahnya secara seksama. Jika anda memiliki risiko menderita ablasio retina, periksakan mata minimal setahun sekali
Cara pengobatan : Operasi Teknik operasinya bermacam macam, tergantung pada luasnya lapisan retina yang lepas dan kerusakan yang terjadi, tetapi semuanya dirancang untuk mendekatkan dinding mata ke lubang retina, menahan agar kedua jaringan itu tetap menempel sampai jaringan parut terbentuk dan melekatkan lagi robekan. Kadang-kadang cairan harus dikeluarkan dari bawah retina untuk memungkinkan retina menempel kembali ke dinding belakang mata. Seringkali sebuah pita silikon atau bantalan penekan diletakkan di dinding luar mata untuk dengan lembut menekan dinding belakang mata ke retina. Dalam operasi ini dilakukan pula tindakan untuk menciptakan jaringan parut yang akan merekatkan robekan retina, misalnya dengan pembekuan, dengan laser atau dengan panas diatermi (aliran listrik dimasukkan dengan sebuah jarum). Pada ablasio retina yang lebih rumit mungkin diperlukan teknik yang disebut vitrektomi. Dalam operasi ini korpus vitreum dan jaringan ikat di dalam retina yang mengkerut dikeluarkan dari mata. Pada beberapa kasus bila retina itu sendiri sangat berkerut dan menciut maka retina mungkin harus didorong ke dinding mata untuk sementara waktu dengan mengisi rongga yang tadinya berisi korpus vitreum dengan udara, gas atau minyak silikon. Lebih dari 90% lepasnya retina dapat direkatkan kembali dengan teknik-teknik bedah mata modern, meskipun kadang-kadang diperlukan lebih dan satu kali operasi.
Prognosis  : Bila retina berhasil direkatkan kembali mata akan mendapatkan kembali sebagian fungsi penglihatan dan kebutaan total dapat dicegah. Tetapi seberapa jauh penglihatan dapat dipulihkan dalam jangka enam bulan sesudah tindakan operasi tergantung pada sejumlah faktor. Pada umumnya fungsi penglihatan akan lebih sedikit pulih bila ablasio retina telah terjadi cukup lama atau muncul pertumbuhan jaringan di permukaan retina






2.1.12  Kanker Mata
         
Penyebab terjadinya kanker mata adalah tidak adanya gen yang bersifat menurunkan tumor. Pada umumnya, kanker mata diturunkan berdasarkan gen keturunan. Gejala : Pupil berwarna putih, Mata juling (strabismus), Mata nyeri dan merah, Gangguan penglihatan, Iris pada kedua mata memiliki warna yang berlainan, Terjadi kebutaan. Akibat :  Jaringan di sekitar mata mengalami kerusakan bahkan dapat menyebabkan kebutaan.Cara Pencegahan : Tes kromosum pra-nikah untuk mengurangi resiko anak mengalami kanker mata. Apalagi jika ada riwayat keluarga yang mengalami kanker mata.Cara Pengobatan : Pengangakatan bola mata dan dilanjutkan dengan kemoterapi.
            2.1.13  Monokromasi
Monokromasi sebenarnya sering dianggap sebagai buta warna oleh orang umum. Kondisi ini ditandai dengan retina mata mengalami kerusakan total dalam merespon warna. Hanya warna hitam dan putih yang mampu diterima retina. Cara Pencegahan : Dilakukan tes kromosum untuk mengetahui resiko anak mengalami buta warna atau tidak, apalagi jika ibu atau anggota keluarga lain mengalami buta warna. Cara Pengobatan : Biasanya, para penderita buta warna dapat diobati dengan terapi.
            2.1.14  Konjungtivitis
                  
Penyebab Konjungtivitis Gonokokal : Bayi baru lahir bisa mendapatkan infeksi gonokokus pada konjungtiva dari ibunya ketika melewati jalan lahir. Karena itu setiap bayi baru lahir mendapatkan tetes mata (biasanya perak nitrat, povidin iodin) atau salep antibiotik (misalnya eritromisin) untuk membunuh bakteri yang bisa menyebabkan konjungtivitis gonokokal.Orang dewasa bisa mendapatkan konjungtivitis gonokokal melalui hubungan seksual (misalnya jika cairan semen yang terinfeksi masuk ke dalam mata). Biasanya konjungtivitis hanya menyerang satu mata.Dalam waktu 12-48 jam setelah infeksi mulai, mata menjadi merah dan nyeri. Jika tidak diobati bisa terbentuk ulkus kornea, abses, perforasi mata bahkan kebutaan. Untuk mengatasi konjungtivitis gonokokal bisa diberikan tablet, suntikan maupun tetes mata yang mengandung antibiotik. Konjungtivitis Vernalis
Konjungtivitis vernalis adalah salah satu bentuk dari konjungtivitis yang disebabkan oleh faktor alergi, disamping juga dipengaruhi oleh faktor, yakni; iklim, usia, dan jenis kelamin.penyakit ini biasanya mengenai pasien muda antara 3-25 tahun. Pada laki-laki biasanya dimulai pada usia dibawah 10 tahun. Pada umumnya penderita konjungtivitis vernalis mengeluh gatal, mata merah, dan mengeluarkan sekret atau kotoran. Konjungtivitis karena virus atau alergi mengeluarkan kotoran yang jernih. Gejala : Mata terasa kasar menggatalkan, merah dan mungkin berair. Kelopak mata mungkin menempel sewaktu bangun tidur. Konjungtiva yang mengalami iritasi akan tampak merah dan mengeluarkan kotoran. Konjungtivitis karena bakteri mengeluarkan kotoran yang kental dan berwarna putih. Konjungtivitis karena virus atau alergi mengeluarkan kotoran yang jernih. Kelopak mata bisa membengkak dan sangat gatal, terutama pada konjungtivitis karena alergi. Gejala lainnya adalah: – mata berair – mata terasa nyeri – mata terasa gatal – pandangan kabur – peka terhadap cahaya – terbentuk keropeng pada kelopak mata ketika bangun pada pagi hari. Akibat : Bila tidak diobati dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan kebutaan. Cara pencegahan : Konjungtivitis mudah menular, karena itu sebelum dan sesudah membersihkan atau mengoleskan obat, penderita harus mencuci tangannya bersih-bersih, Usahakan untuk tidak menyentuh mata yang sehat sesudah menangani mata yang sakit. Jangan menggunakan handuk atau lap bersama-sama dengan penghuni rumah lainnya, Gunakan lensa kontak sesuai dengan petunjuk dari dokter dan pabrik pembuatnya. Cara pengobatan : Pengobatan tergantung kepada penyebabnya. Kelopak mata dibersihkan dengan air hangat. Jika penyebabnya bakteri, diberikan tetes mata atau salep yang mengandung antibiotik. Untuk konjungtivitis karena alergi, antihistamin per-oral (melalui mulut) bisa mengurangi gatal-gatal dan iritasi. Atau bisa juga diberikan tetes mata yang mengandung kortikosteroid. Untuk memperbaiki posisi kelopak mata atau membukan saluran air mata yang tersumbat, mungkin perlu dilakukan pembedahan.





            2.1.15  Dakriosistis
                  
Penyebab : Adanya blokade pada saluran yang mengalirkan air mata dari kantong air mata ke hidung sehingga duktus (saluran) yang terhalang menjadi terinfeksi. Gejala : Mata berair dan kotoran mata berlebih. Akibat : Infeksi menyebabkan nyeri di daerah sekitar kantong air mata yang tampak merah dan membengkak. Mata menjadi merah dan berair serta mengeluarkan nanah. Jika kantong air mata ditekan secara perlahan, akan keluar nanah dari lubang di sudut mata sebelah dalam (dekat hidung). Penderita juga mengalami demam. Jika infeksi yang ringan atau berulang berlangsung lama maka sebagian besar gejala mungkin menghilang hanya pembengkakan ringan yang menetap. Kadang infeksi menyebabkan tertahannya air mata di dalam kantong air mata sehingga terbentuk kantong yang berisi cairan (mukokel di bawah kulit. Infeksi berulang bisa menyebabkan penebalan dan kemerahan diatas kantong air mata. Bisa terbentuk kantong nanah (abses) yang kemudian pecah dan mengeluarkan nanahnya. Cara pencegahan : Mencegah glaucoma adalah mendetesi sedini mungkin. Selain itu, mengurangi makanan berkolesterol bisa mencegah resiko terkena glaucoma. Cara pengobatan : Dengan cara pemberian antibiotika oral atau melalui pembuluh darah. Bisa dilakukan pengompresan dengan air hangat di sekitar kantung air mata. Jika terjadi kantung nanah maka harus dilakukan pembedahan.
2.2 Penyakit yang menyerang indra pendengaran
                2.2.1 Penyumbatan
                       
Kotoran telinga (serumen) bisa menyumbat saluran telinga dan menyebabkan gatal-gatal, nyeri serta tuli yang bersifat sementara. Dokter akan membuang serumen dengan cara menyemburnya secara perlahan dengan menggunakan air hangat (irigasi). Tetapi jika dari telinga keluar nanah, terjadi perforasi gendang telinga atau terdapat infeksi telinga yang berulang, maka tidak dilakukan irigasi. Jika terdapat perforasi gendang telinga, air bisa masuk ke telinga tengah dan kemungkinan akan memperburuk infeksi. Pada keadaan ini, serumen dibuang dengan menggunakan alat yang tumpul atau dengan alat penghisap. Biasanya tidak digunakan pelarut serumen karena bisa menimbulkan iritasi atau reaksi alergi pada kulit saluran telinga, dan tidak mampu melarutkan serumen secara adekuat.Anak-anak sering memasukkan benda-benda kecil ke dalam saluran telinganya, terutama manik-manik, penghapus karet atau kacang-kacangan. Biasanya benda-benda tersebut oleh dokter dikeluarkan dengan bantuan kait yang tumpul. Benda-benda yang masuk terlalu dalam lebih sulit dikeluarkan karena memiliki resiko menimbulkan cedera pada gendang telinga dan tulang-tulang pendengaran di telinga tengah. Kadang manik-manik dari kaca atau logam dikeluarkan dengan cara irigasi. Jika anak meronta-ronta atau pengeluaran benda sulit dilakukan, bisa dilakukan pembiusan umum.
                2.2.2  Otitis Eksterna
                  
Otitis eksterna adalah suatu infeksi pada saluran telinga. Infeksi ini bisa menyerang seluruh saluran (otitis eksterna generalisata) atau hanya pada daerah tertentu sebagai bisul (furunkel). Otitis eksterna seringkali disebut sebagai telinga perenang (swimmer’s ear).Sejumlah bakteri atau jamur (lebih jarang) bisa menyebabkan otitis eksterna generalisata; bakteri stafilokokus biasanya menyebabkan bisul. Orang-orang tertentu (penderita alergi, psoriasis), eksim atau dermatitis pada kulit kepala) sangat peka terhadap otitis eksterna. Cedera pada saluran telinga ketika sedang membersihkannya atau masuknya air/bahan iritan (misalnya hari spray atau cat rambut) bisa menyebabkan otits eksterna.Saluran telinga bisa membersihkan dirinya sendiri dengan cara membuang sel-sel kulit yang mati dari gendang telinga melalui saluran telinga. Membersihkan saluran telinga dengan cotton bud (kapas pembersih) bisa mengganggu mekanisme pembersihan ini dan bisa mendorong sel-sel kulit yang mati ke arah gendang telinga sehingga kotoran menumpuk disana. Penimbunan sel-sel kulit yang mati dan serumen akan menyebabkan penimbunan air yang masuk ke dalam saluran ketika mandi atau berenang. Kulit yang basah dan lembut pada saluran telinga lebih mudah terinfeksi oleh bakteri atau jamur.Gejala-gejala dari otitis eksterna generalisata adalah gatal-gatal, nyeri dan keluarnya cairan berbau busuk. Jika saluran telinga membengkak atau terisi oleh nanah dan sel-sel kulit yang mati, maka bisa terjadi gangguan pendengaran.Biasanya jika daun telinga ditarik atau kulit didepan saluran telinga ditekan, akan timbul nyeri. Dengan menggunakan otoskop, kulit pada saluran telinga tampak merah, membengkak dan penuh dengan nanah dan sel-sel kulit yang mati.Bisul menyebabkan nyeri yang hebat. Jika bisul ini pecah, akan keluar darah dan nanah dari telinga.Untuk mengobati otitis eksterna generalisata, pertama-tama dilakukan pembuangan sel-sel kulit mati yang terinfeksi dari saluran telinga dengan alat penghisap atau kapas kering. Setelah saluran telinga diersihkan, fungsi pendengaran biasanya kembali normal. Biasanya diberikan obat tetes telinga yang mengandung antibiotik selama bebarapa hari. Beberapa tetes teling ada yang mengandung kortikosteroid untuk mengurangi pembengkakan. Kadang diberikan obat tetes telinga yang mengandung asam asetat untuk mengembalikan keasaman pada saluran telinga.Untuk mengurangi nyeri pada 24-48 jam pertama bisa diberikan acetaminophen atau codein. Infeksi yang sudah menyebar keluar saluran telinga (selulitis) diobati dengan antibiotik per-oral (melalui mulut).Bisul dibiarkan pecah dengan sendirinya karena jika sengaja disayat bisa menyebabkan penyebaran infeksi. Obat tetes telinga yang mengandung antibiotik tidak efektif. Untuk meringankan nyeri dan mempercepat penyembuhan bisa dilakukan pengompresan hangat (sebentar saja) dan pemberian obat pereda nyeri.
                2.2.3  Perikondritis
                  
Perikondritis adalah suatu infeksi pada tulang rawan (kartilago) telinga luar.Perikondritis bisa terjadi akibat: - cedera - gigitan serangga - pemecahan bisul dengan sengaja. Nanah akan terkumpul diantara kartilago dan lapisan jaringan ikat di sekitarnya (perikondrium). Kadang nanah menyebabkan terputusnya aliran darah ke kartilago, menyebabkan kerusakan pada kartilago dan pada akhirnya menyebabkan kelainan bentuk telinga. Meskipun bersifat merusak dan menahun, tetapi perikondritis cenderung hanya menyebabkan gejala-gejala yang ringan. Untuk membuang nanahnya, dibuat sayatan sehingga darah bisa kembali mengalir ke kartilago. Untuk infeksi yang lebih ringan diberikan antibiotik per-oral, sedangkan untuk infeksi yang lebih berat diberikan dalam bentuk suntikan. Pemilihan antibiotik berdasarkan beratnya infeksi dan bakteri penyebabnya.



            2.2.4  Eksim
                  
Eksim pada telinga merupakan suatu peradangan kulit pada telinga luar dan saluran telinga, yang ditandai dengan gatal-gatal, kemerahan, pengelupasan kulit, kulit yang pecah-pecah serta keluarnya cairan dari telinga. Keadaan ini bisa menyebabkan infeksi pada telinga luar dan saluran telinga. Dioleskan larutan yang mengandung alumunium asetat (larutan Burow). Untuk mengatasi gatal-gatal dan peradangan bisa diberikan krim atau salep corticosteroid. Jika daerah yang terkena mengalami infeksi, bisa diberikan salep atau obat tetes antibiotik
            2.2.5  Cedera
                  
Cedera pada telinga luar (misalnya pukulan tumpul) bisa menyebabkan memar diantara kartilago dan perikondrium. Jika terjadi penimbunan darah di daerah tersebut, maka akan terjadi perubahan bentuk telinga luar dan tampak massa berwarna ungu kemerahan.Darah yang tertimbun ini (hematoma) bisa menyebabkan terputusnya aliran darah ke kartilago sehingga terjadi perubahan bentuk telinga. Kelainan bentuk ini disebut telinga bunga kol, yang sering ditemukan pada pegulat dan petinju.Untuk membuang hematoma, biasanya digunakan alat penghisap dan penghisapan dilakukan sampai hematoma betul-betul sudah tidak ada lagi (biasanya selama 3-7 hari). Dengan pengobatan, kulit dan perikondrium akan kembali ke posisi normal sehingga darah bisa kembali mencapai kartilago.Jika terjadi robekan pada telinga, maka dilakukan penjahitan dan pembidaian pada kartilagonya.Pukulan yang kuat pada rahang bisa menyebabkan patah tulang di sekitar saluran telinga dan merubah bentuk saluran telinga dan seringkali terjadi penyempitan. Perbaikan bentuk bisa dilakukan melalui pembedahan.

            2.2.6  Tumor
                  
Tumor pada telinga bisa bersifat jinak atau ganas (kanker). Tumor yang jinak bisa tumbuh di saluran telinga, menyebabkan penyumbatan dan penimbunan kotoran telinga serta ketulian Seruminoma (kanker pada sel-sel yang menghasilkan serumen) bisa tumbuh pada sepertia saluran telinga luar dan bisa menyebar. Untuk mengatasinya dilakukan pembedahan untuk mengangkat kanker dan jaringan di sekitarnya.Kanker sel basal dan kanker sel skuamosa seringkali tumbuh di pada telinga luar setelah pemaparan sinar matahari yang lama dan berulang-ulang. Pada stadium dini, bisa diatasi dengan pengangkatan kanker atau terapi penyinaran. Pada stadium lanjut, mungkin perlu dilakukan pengangkatan daerah telinga luar yang lebih luas. Jika kanker telah menyusup ke kartilago, dilakukan pembedahan.Kanker sel basal dan sel skuamosa juga bisa tumbuh di dalam atau menyebar ke saluran telinga. Keadaan ini diatasi dengan pembedahan untuk mengangkat kanker dan jaringan di sekitarnya yang diikuti dengan terapi penyinaran.
            2.2.7  Tuli Konduktif
                  
Penyebab :  Penurunan fungsi pendengaran sensorineural dikelompokkan lagi menjadi: Penurunan fungsi pendengaran sensorik (jika kelainannya terletak pada telinga dalam), Penurunan fungsi pendengaran neural (jika kelainannya terletak pada saraf pendengaran atau jalur saraf pendengaran di otak, Penurunan fungsi pendengaran sensorik bisa merupakan penyakit keturunan, tetapi mungkin juga disebabkan oleh: Trauma akustik (suara yang sangat keras) Infeksi virus pada telinga dalam, Obat-obatan tertentu, Penyakit Meniere. Penurunan fungsi pendengaran neural bisa disebabkan oleh : Tumor otak yang juga menyebabkan kerusakan pada saraf-saraf di sekitarnya dan batang otak. Infeksi Berbagai penyakit otak dan saraf (misalnya stroke) – Beberapa penyakit keturunan (misalnya penyakit Refsum). Pada anak-anak, kerusakan saraf pendengaran bisa terjadi akibat : Gondongan, Campak Jerman (rubella), Meningitis, Infeksi telinga dalam, Gejala : Penderita penurunan fungsi pendengaran bisa mengalami beberapa atau seluruh gejala berikut : Kesulitan dalam mendengarkan percakapan, terutama jika di sekelilingnya berisik, Terdengar gemuruh atau suara berdenging di telinga (tinnitus), Tidak dapat mendengarkan suara televisi atau radio dengan volume yang normal, Kelelahan dan iritasi karena penderita berusaha keras untuk bisa mendengar, Pusing atau gangguan keseimbangan. Akibat : Penderita dapat mengalami kerusakan saraf yang menyebabkan tuli semantara bahkan tuli permanen. Cara Pencegahan : Membersihkan telinga secara teratur. Cara Pengobatan : Pengobatan untuk penurunan fungsi pendengaran tergantung kepada penyebabnya. Jika penurunan fungsi pendengaran konduktif disebabkan oleh adanya cairan di telinga tengah atau kotoran di saluran telinga, maka dilakukan pembuangan cairan dan kotoran tersebut. Jika penyebabnya tidak dapat diatasi, maka digunakan alat bantu dengar atau kadang dilakukan pencangkokan koklea.
            2.2.8  Vertigo
                  
Penyebab : Perubahan posisi kepala (biasanya terjadi ketika penderita berbaring, bangun, berguling di atas tempat tidur atau menoleh ke belakang), Adanya endapan kalsium di dalam salah satu kanalis semisirkularis di dalam telinga bagian dalam, Pasokan oksigen ke otak yang kurang dapat pula menjadi penyebab. Gejala : Penderita merasa seolah-olah dirinya bergerak atau berputar; atau penderita merasakan seolah-olah benda di sekitarnya bergerak atau berputar. Sebelum memulai pengobatan, harus ditentukan sifat dan penyebab dari vertigo. Gerakan mata yang abnormal menunjukkan adanya kelainan fungsi di telinga bagian dalam atau saraf yang menghubungkannya dengan otak. Nistagmus adalah gerakan mata yang cepat dari kiri ke kanan atau dari atas ke bawah. Arah dari gerakan tersebut bisa membantu dalam menegakkan diagnosa. Nistagmus bisa dirangsang dengan menggerakkan kepala penderita secara tiba-tiba atau dengan meneteskan air dingin ke dalam teling. Untuk menguji keseimbangan, penderita diminta berdiri dan kemudian berjalan dalam satu garis lurus, awalnya dengan mata terbuka, kemudian dengan mata tertutup. Tes pendengaran seringkali bisa menentukan adanya kelainan telinga yang mempengaruhi keseimbangan dan pendengaran. Pemeriksaan lainnya adalah CT scan atau MRI kepala, yang bisa menunjukkan kelainan tulang atau tumor yang menekan saraf. Jika diduga suatu infeksi, bisa diambil contoh cairan dari telinga atau sinus atau dari tulang belakang. Akibat : Pada vertigo ringan, penderita hanya akan merasa pusing dan keadaan sekitar terasa berputar-putar. Namun, ada beberapa dokter yang mengatakan bahwa vertigo bias menjadi awal penyakit stroke. Cara Pencegahan : CT scan atau MRI kepala, agar vertigo bisa diketahui lebih awal sebelum menjadi parah. Cara Pengobatan : Pengobatan tergantung kepada penyebabnya. Obat untuk mengurangi vertigo yang ringan adalah meklizin, dimenhidrinat, perfenazin dan skopolamin.
2.2.9  . Otitis Media
         
Penyebab : Peradangan dan penumpukan cairan didalam telinga tengah. Jika ada cukup bakteri berkembang diarea ini, cairan dapat menjadi terinfeksi. Gejala : Perforasi sentral (lubang terdapat di tengah-tengah gendang telinga). Otitis media kronis bisa kambuh setelah infeksi tenggorokan dan hidung (misalnya pilek) atau karena telinga kemasukan air ketika mandi atau berenang. Penyebabnya biasanya adalah bakteri. Dari telinga keluar nanah berbau busuk tanpa disertai rasa nyeri. Bila terus menerus kambuh, akan terbentuk pertumbuhan menonjol yang disebut polip, yang berasal dari telinga tengah dan melalui lubang pada gendang telinga akan menonjol ke dalam saluran telinga luar. Perforasi marginal (lubang terdapat di pinggiran gendang telinga). Menyebabkan saluran-saluran eustachian membengkak dan menjadi terhalangi. Tanpa udara mengalir ke atau dari telinga tengah, tekanan didalam telinga meningkat. Ini dapat menjadi luar biasa tidak nyaman dan dapat terasa seperti balon yang ditiup besar sekali, siap untuk meletus. Infeksi-infeksi telinga tengah juga menyebabkan akumulasi cairan dan produksi nanah didalam telinga tengah. Ini dapat membatasi kemampuan dari getaran-getaran suara untuk berpergian dari selaput gendang telinga ke telinga dalam, menyebabkan kehilangan pendengaran sementara. Sebagai tambahan, gendang telinga dapat berubah pink atau merah, dan penumpukan cairan dan nanah yang dihaslkan didalam telinga tengah dapat menekan gendang telinga, menyebabkannya meregang secara ketat atau menonjol. Akibat : Dapat menyebabkan tuli konduktif. Cara Pencegahan : Pengobatan infeksi telinga akut secara tuntas bisa mengurangi resiko terjadinya infeksi telinga kronis. Cara Pengobatan : Pada serangan otitis media kronis, dokter akan membersihkan saluran telinga dan telinga tengah dengan menggunakan penghisap dan kapas kering. Kemudian ke dalam telinga tengah dimasukkan cairan asam asetat dan hydrocortisone.
            2.2.10  Tonsillar Celluitis
Penyebab : Infeksi bakteri pada jaringan di sekitar amandel; tonsillar abscess adalah penumpukan nanah di sekitar daerah amandel. Gejala : Dengan tonsillar cellulites atau abscess, menelan menyebabkan rasa sakit berat, seseorang merasa sakit, mengalami demam, dan bisa memiringkan kepala ke depan sebelah abscess untuk membantu menghilangkan rasa sakit. Kejang pada otot pengunyah membuat mulut sulit terbuka (trismus). Cellulitis menghasilkan kemerahan yang umum dan mengunyah diatas amandel dan pada langit-langit lunak. Abscess mendorong amandel ke depan, dan uvula (kecil, proyeksi kecil yang menggantung ke bawah pada belakang tenggorokan) ditelan dan bisa didorong ke sebelah berlawanan dengan abses. Akibat : Kadangkala, bakteri, biasanya streptococci, yang menginfeksi tenggorokan bisa menyebar ke dalam jaringan yang mengelilinginya. Keadaan ini disebut cellulitis. Jika bakteri berkembang tidak terkendali, penumpukan nanah (abscess) bisa terbentuk. Abscess bisa terbentuk kemudian menuju amandel (peritonsillar) atau di sebelah tenggorokan (parapharyngeal). Abscesses terjadi pada anak tetapi lebih sering terjadi pada orang dewasa muda. Cara Pengobatan : Antibiotik, seperti penisilin atau clindamycin, diberikan secara infus. Jika tidak terdapat abscess, antibiotik biasanya mulai membersihkan infeksi dalam 24 sampai 48 jam. Jika abscess ada, seorang dokter harus memasukkan sebuah jarum ke dalamnya atau memotong ke dalamnya untuk mengeluarkan nanah. Daerah tersebut pertama kali dimatirasakan dengan semprotan anestesi atau suntikan. Pengobatan dengan antibiotik dilanjutkan melalui mulut.
            2.2.11  Tuli Saraf
Gangguan pendengaran kerena kerusakan saraf audiotori dan saraf pendengaran
            2.2.12  Labirinisis
                  
Infeksi pada labirin di telinga oleh infeksi, gagar otak, alergi, biasanya orang yang menderita ini akan mual dan muntah dan juga vertigo.
2.3 Penyakit yang menyerang indra pembau :
          2.3.1  Anosmia, Disosmia, Hiposmia, Hipernosmia
Penyebab : Disebabkan oleh gangguan saluran hidung, cedera kepala dan tumor sulkus olfaktorius (misalnya meningioma, glioma frontal). Gejala : Kehilangan penciuman yang bersifat sementara atau permanen. Hiposmia hanya kehilangan sensitivitas pada bau. Disosmia hanya tidak mampu mendeteksi bau tertentu. Tidak seperti anosmia yang tidak bisa mencium bau sama sekali. Hipernosmia, penciuman yang berlebihan. Yang terakhir paling jarang terjadi. Akibat : Hilang atau berkurangnya indra penciuman dapat menyebabkan penderita kehilangan minat makan, menyebabkan penurunan berat badan, gizi buruk atau bahkan depresi. Cara Pencegahan : -. Cara Pengobatan : Kehilangan penciuman dapat disembuhkan, tergantung dari penyebabnya. Dokter biasanya memberi antibiotik untuk mengobati infeksi bakteri, atau menghapus penghalang yang menghalangi saluran hidung. Namun jika kehilangan penciuman itu karena faktor usia, umumnya sulit untuk disembuhkan.
          2.3.2  Tumor Hidung
                  
Penyebab : JNA (Juvenile nasopharyngeal angiofibroma) berasal dari sex steroid-stimulated hamartomatous tissue yang terletak di turbinate cartilage. Pengaruh hormonal yang dikemukakan ini dapat menjelaskan mengapa beberapa JNA jarang terjadi (ber-involute) setelah masa remaja (puberty). Gejala : Obstruksi nasal (80-90%) dan ingus (rhinorrhea). Ini merupakan gejala yang paling sering, terutama pada permulaan penyakit, Sering mimisen (epistaxis) atau keluar cairan dari hidung yang berwarna darah (blood-tinged nasal discharge). Mimisen, yang berkisar 45-60% ini, biasanya satu sisi (unilateral) dan berulang (recurrent), Sakit kepala (25%), khususnya jika sinus paranasal terhalang, Pembengkakan di wajah (facial swelling), kejadiannya sekitar 10-18%, Tuli konduktif (conductive hearing loss) dari obstruksi tuba eustachius, Melihat dobel (diplopia), yang terjadi sekunder terhadap erosi menuju ke rongga kranial dan tekanan pada kiasma optic, Gejala lainnya yang bisa juga terjadi misalnya: keluar ingus satu sisi (unilateral rhinorrhea), tidak dapat membau (anosmia), berkurangnya sensitivitas terhadap bau (hyposmia), recurrent otitis media, nyeri mata (eye pain), tuli (deafness), nyeri telinga (otalgia), pembengkakan langit-langit mulut (swelling of the palate), kelainan bentuk pipi (deformity of the cheek), dan rhinolalia. Akibat : Penderita akan sering mengalami mimisan. Pada stadium tertentu, penderita bisa mengalami kerusakan tulang hidung dan saluran hidung. Cara Pencegahan : Makan makanan yang bergizi seimbang untuk mencegah turunnya daya tahan tubuh. Cara Pengobatan : A. Terapi Medis : Terapi hormonal dan kemoterapi. Flutamide hormonal, suatu nonsteroidal androgen blocker atau testosterone receptor blocker, efektif untuk mengurangi ukuran tumor pada stadium I dan II hingga 44%. Terapi hormonal dengan diethylstilbestrol (5 mg PO tid untuk 6 minggu) sebelum eksisi dapat mengurangi vascularity JNA namun terkait dengan efek samping memiliki sifat kewanitaan (feminizing side effects). Doxorubicin dan dacarbazine disiapkan jika JNA berulang atau kambuh. Schuon, et.al. (2006) melaporkan analisis immunohistochemical dari mekanisme pertumbuhan JNA. Mereka berkesimpulan bahwa pertumbuhan dan vaskularisasi JNA dikendalikan oleh faktor-faktor yang dibebaskan dari stromal fibroblasts. Oleh karena itu, dihambatnya faktor-faktor ini dapat bermanfaat untuk terapi JNA yang tidak dapat dioperasi (inoperable). Radioterapi : Beberapa center telah melaporkan rata-rata kesembuhan 80% dengan terapi radiasi. Radioterapi stereotactic (yakni: pisau Gamma) mengirimkan dosis radiasi yang lebih rendah ke jaringan di sekitarnya. Para ahli telah menyediakan radioterapi untuk penyakit intrakranial atau kasus yang berulang. Radioterapi three-dimensional conformal untuk JNA yang luas (extensive) atau penyebaran hingga intrakranial memberikan suatu alternatif yang baik untuk radioterapi konvensional berkaitan dengan pengendalian penyakit dan morbiditas akibat radiasi (radiation morbidity). External beam irradiation, paling sering digunakan untuk penyakit intrakranial yang tidak dapat dibedah (unresectable), atau kambuhan (recurrent). Digunakan dosis yang bervariasi dari 30-46 Gy. Sisa tumor seringkali muncul dua tahun setelah terapi. Perhatian utama termasuk kulit sekunder, tulang, jaringan lunak, keganasan tiroid, dan hambatan perkembangan tulang wajah. B. Terapi Pembedahan : Beberapa pendekatan yang digunakan tergantung dari lokasi dan perluasan JNA. Rute rinotomi lateral, transpalatal, transmaksila, atau sphenoethmoidal digunakan untuk tumor-tumor yang kecil (Klasifikasi Fisch stadium I atau II), Pendekatan fossa infratemporal digunakan ketika tumor telah meluas ke lateral, Pendekatan midfacial degloving, dengan atau tanpa osteotomi LeFort, memperbaiki akses posterior terhadap tumor, Pendekatan translokasi wajah dikombinasikan dengan insisi Weber-Ferguson dan perluasan koronal untuk kraniotomi frontotemporal dengan midface osteotomies untuk jalan masuk, Pendekatan extended anterior subcranial memudahkan pemotongan tumor sekaligus (en bloc), dekompresi saraf mata, dan pembukaan sinus kavernosus, Intranasal endoscopic surgery dipersiapkan untuk tumor yang terbatas pada rongga hidung dan sinus paranasal.
          2.3.3  Salesma dan Influenza
                  
Penyebab : Salesma dan influenza disebabkan oleh virus. Gejala : Gejala yang mengiringi diantaranya mencret ringan, terutama pada anak kecil. Akibat : Batuk, pilek, sakit leher dan kadang-kadang panas atau sakit pada persendian. Banyak lendir dalam hidung menyebabkan infeksi telinga pada anak-anak atau gangguan sinus (peradangan gawat dan berlangsung lama pada rongga tulang yang berhubungan dengan rongga hidung) pada orang dewasa. Cara Pencegahan : Nutrisi makanan yang bermutu akan membantu pencegahan penyakit salesma. Mengonsumsi jeruk, tomat dan buah-buahan lain yang mengandung vitamin C sangat dianjurkan, Bertentangan dengan kepercayaan umum, salesma bukan terjadi karena kedinginan atau kehujanan. Salesma ditularkan oleh seseorang yang telah menderita infeksi melalui vektor udara, Untuk mencegah penularan kepada orang lain, maka penderita harus makan dan tidur terpisah dari anggota keluarga lain terutama menjauhi bayi. Ia harus menutup hidung atau mulutnya ketika batuk atau bersin, Untuk mencegah agar salesma tidak menimbulkan sakit telinga, jangan menghembus ingus kuat-kuat, hapus saja ingus anda. Ajarkan anak-anak agar melakukan hal yang sama, Penderita yang sering mengalami sakit telinga atau gangguan sinus dapat mencegahnya dengan memakai tetes hidung decongestan seperti phenyleprine. Setelah menghirup sedikit air garam, teteskan obat tersebut dalam hidung sebagai berikut: Miringkan kepala, kemudian teteskan 2 atau 3 tetes ke dalam lubang hidung sebelah bawah. Tunggu beberapa menit dan lakukan hal yang sama pada lubang lainnya. Cara Pengobatan : Minum air panas dan cukup istirahat, Aspirin atau acetaminophen dapat menurunkan panas dan menghilangkan sakit kepala. Tablet-tablet salesma yang lebih mahal tidak lebih manjur daripada aspirin, Tetaplah makan seperti biasa, karena tidak ada pantangan mengonsumsi sesuatu. Cara mengobati batuk dan hidung tersumbat: : Jika salesma atau influenza berlangsung lebih dari satu minggu, atau telah timbul panas, batuk ditambah dengan keluarnya banyak lendir beserta nanah (dahak), bernapas dalam kondisi cepat dan dangkal, atau mengalami sakit dada, maka terdapat kemungkinan si penderita mengalami radang cabang tenggorokan (bronchitis) atau radang paru-paru (pneumonia). Dalam keadaan ini diperlukan antibiotika. Bahaya terjadinya radang paru-paru lebih besar pada orang-orang berusia lanjut dan yang menderita gangguan paru-paru seperti bronchitis menahun. Sakit tenggorokan atau sakit leher sering kali merupakan bagian dari salesma. Tidak diperlukan obat khusus, tetapi kumur dengan air hangat akan membantu proses penyembuhan. Jika sakit leher terjadi secara mendadak, disertai panas tinggi, kemungkinannya adalah strep throat (sakit leher karena infeksi streptoccus). Dalam keadaan ini diperlukan pengobatan khusus. Untuk melegakan hidung yanng tersumbat, dapat dilakukan tindakan sebagai berikut: Pada anak-anak kecil, hisaplah dengan hati-hati ingus atau lendir dari hidung dengan menggunakan balon penghisap atau sempritan tanpa jarum suntik, Orang dewasa dan anak-anak remaja dapat menghirup air garam kedalam hidungnya. Tindakkan ini akan mencairkan lender, Bernapas dalam uap air panas akan melegakan hidung yang tersumbat, Hapuslah ingus Anda, tetapi jangan menghembuskan ingus kuat-kuat, karena tindakan ini dapat menimbulkan sakit telinga dan infeksi sinus.

          2.3.4  Sinus
                  
Penyebab : Bisa disebabkan oleh virus, bakteri, maupun alergi. Gejala : Sakit pada muka di sekitar mata. Pada daerah ini jika Anda mengetuk tulang atau menundukkan kepala, muka akan terasa sakit, Hidung sering kali tersumbat oleh adanya nanan atau ingus yang kental, Kadang-kadang diikuti oleh panas. Akibat : Peradangan sinus, yaitu rongga-rongga dalam tulang yang berhubungan dengan rongga hidung, yang gawat dan biasanya terjadi dalam waktu menahun (kronis). Cara Pencegahan : Carilah penyebab terjadinya alergi, seperti debu; bulu ayam; tepung sari bunga; jamur, dan usahakan untuk menghindari benda-benda tersebut. Cara Pengobatan : Hirup sedikit air garam ke dalam hidung, Gunakan antihistamin seperti chlorpheniramine, dimenhydrinate, yang biasanya dijual untuk mengobati mabuk perjalanan, Letakkan kompres hangat di bagian wajah, Gunakan tetes hidung decongestan seperti phenyleprine, Antibiotika seperti tetracyclin, ampicilin, atau penicillin, bisa digunakan untuk meredakan sinus, Jika si penderita kondisinya tidak membaik, segera minta pertolongan dokter, Operasi
          2.3.5  Peradangan hidung akibat alergi (Rhintis Allergica)
                  
Rhintis Allergica bisa disebabkan reaksi alergi pada hidung karena masuknya substansi asing dalam saluran tenggorokan. Anda bisa menggunakan antihistamin seperti chlorpheniramine, dimenhydrinate. Sebagai pencegahan, ketahuilah penyebab terjadinya alergi, apakah debu, bulu ayam, jamur, tepung sari bunga dan lainnya? Lalu hindari benda-benda pemicu alergi tersebut.

2.4 Penyakit yang menyerang indra peraba :
          2.4.1  Kudis
                  
Penyebab : Disebabkan oleh tungau (mite) Sarcoptes scabiei yang dicirikan dengan adanya keropeng, kebotakan, dan kegatalan pada kulit. Gejala : Liang pada permukaan kulit, gatal, dan kemerahan dan biasanya ada infeksi sekunder, misalnya akibat bakteri. Pada bayi, gejala yang khas yaitu adanya bisul pada telapak kaki dan telapak tangan. Akibat : Penderita mengalami kegatalan dan kesakitan. Penderita jadi sering menggaruk kulitnya. Akibat infeksi terbentuk kerak kudis yang berwarna coklat keabuan yang berbau anyir. Cara Pencegahan : Tidak ada vaksin untuk kudis sehingga pencegahan harus dilakukan melalui menghindari infeksi. Seluruh pihak yang berada dekat dengan penderita perlu diobati pada waktu bersamaan, walaupun belum ada gejala. Pakaian, handuk, seprai dan barang-barang yang bersentuhan dengan kulit sebaiknya dicuci dan disetrika untuk mencegah penularan. Cara Pengobatan : Diobati dengan salep antikudis yang disebut salep 2-4. Setelah penderita mandi, salep dioleskan dan digosok agak keras agar salep masuk ke terowongan dan kontak dengan kutu. Setelah itu, penderita tak boleh mandi selama tiga hari agar obat tersebut tetap bertahan pada tempatnya.
          2.4.2  Panu
                  
Penyebab : Keringat yang dibiarkan menempel pada kulit dalam waktu yang lama. Kotoran tersebut lama-kelamaan menjadi jamur yang menyebabkan panu muncul. Gejala : Bercak berwarna pada kulit dengan batas sangat tegas dibanding warna kulit di sekitarnya. Akibat : Jika dibiarkan, lama kelamaan bercaknya akan menyebar ke bagian kulit lainnya dan menyebabkan gatal. Jika digaruk, bercaknya menimbulkan serpihan berwarna putih. Cara Pencegahan : Menjaga higienitas perseorangan, hindari kelembaban kulit dan menghindari kontak langsung dengan penderita. Cara Pengobatan : Panu umumnya diobati dengan antijamur topikal. Pengobatan ini membasmi panu secara temporer. Untuk itu perlu diulangi secara rutin dan teratur untuk mencegah panu kambuh lagi.
          2.4.3  Kadas
                  
Penyebab : Salah satu infeksi jamur dermatofitosis (dermatophytosis) pada permukaan kulit yang disebabkan oleh jamur dermatophyte. Bentuk (klinis) infeksi jamur dermatofitosis pada permukaan kulit dibedakan berdasarkan tempatnya, diantaranya: Tinea Kapitis (Tinea capitis). Infeksi jamur yang terletak di kulit dan rambut kepala. Tinea Korporis ( Tinea corporis ). Terletak pada kulit wajah, badan, lengan dan bokong. Tinea Kruris. Di daerah pelipatan paha, organ genital dan daerah anus. apat menyebar ke bokong dan perut bagian bawah. Tinea Pedis. Terletak di kulit tangan dan kaki, sela jari, telapak tangan maupun kaki. Tinea Unguium. Infeksi jamur dermatofitosis di kuku. Tinea Imbrikata. Bercak bersisik dan melingkar serta terasa gatal. Gejala : Tinea corporis ditandai dengan bercak berbagai bentuk. Terbanyak adalah bentuk annular (seperti cincin) dan iris (sirkuler). Masing-masing bercak dapat bergabung membantuk bercak yang lebih luas, Bercak berbatas tegas dengan bagian tepi relatif lebih aktif dan lebih jelas dibanding bagian tengah, Pada fase akut terasa gatal, terutama jika berkeringat dan cuaca panas, Pada Tinea corporis menahun lebih sering diabaikan lantaran tidak menimbulkan keluhan selain keluhan kosmetik. Akibat : Munculnya bercak pada kulit dan menyebabkan gatal. Cara Pencegahan : Menggunakan pakaian longgar dan sedapat mungkin terbuat dari bahan katun, Menggunakan kaos kaki dari bahan katun dan menghindari memakai kaos kaki yang lembab, Mengganti pakaian setiap hari dengan pakaian kering, Menggunakan sepatu yang tidak lembab, Mengeringkan handuk setelah setiap kali digunakan, Menghindari memakai pakaian orang lain yang sedang menderita infeksi jamur kulit, Mandi dengan air bersih segera setelah mandi di tempat-tempat umum, Jika perlu, menaburkan bedak atau bedak anti jamur terutama di sela-sela jari kaki dan pelipatan kulit. Cara Pengobatan : Prinsip pengobatan ditujukan kepada pemberantasan jamur dan mengurangi keluhan penyerta (simptomatis) serta mencegah reinfeksi selama maupun setelah pengobatan.
          2.4.4  Albino
                       
Penyebab : Albino adalah kelainan genetik, bukan penyakit infeksi. Gejala : Kulit dan rambut berwarna putih/tidak memiliki warna. Akibat : Kulit dan rambut tidak memiliki pigmen. Cara Pencegahan : Dilakukan tes kromosum pra-nikah untuk mengurangi resiko anak mengalami albino. Apalagi jika ada riwayat keluarga yang mengalami albino. Cara Pengobatan : Albino tidak dapat diobati.
          2.4.5  Kanker Kulit
                  
Penyebab : Berhubungan dengan sinar matahari dalam waktu yang lama, Orang-orang dengan kandungan sedikit melamin pada kulit misalnya orang-orang dengan warna kulit cerah, Berhubungan langsung dengan zat-zat karsinogenik (seperti batu bara, pestisida, minyak paraffin) dan dapat juga akibat berhubungan dengan sisa-sisa radioaktif dan radium, Sering mengalami luka bakar berulang, seperti , tukang las, tukang minyak dan lain-lain. Gejala : Tahi lalat yang asimetris : Tahi lalat harus memiliki bentuk yang teratur. Setiap perubahan yang menimbulkan perubahan pada ukuran dan bentuk tahi lalat harus menjadi perhatian. Periksakan perubahan tersebut ke dokter kulit. Tepi tahi lalat : Bagian tepi tahi lalat harus berbentuk halus dan tidak berubah selama bertahun-tahun. Luka, bengkak, atau tepian yang membesar adalah pertanda Anda perlu memperhatikan kesehatan kulit. Warna tahi lalat : Warna tahi lalat harus tetap dan tidak berubah. Orang dengan rambut berwarna cerah seharusnya memiliki warna tahi lalat yang lebih cerah, dan tahi lalat warna lebih gelap bagi yang berkulit gelap. Perubahan warna tahi lalat kemerah-merahan sebaiknya menjadi perhatian. Ukuran : Semakin besar diameter tahi lalat, semakin tinggi risiko terkena kanker kulit. Apalagi jika ada tahi lalat yang tumbuh di atas enam milimeter. Perubahan demikian adalah peringatan serius. Tahi lalat baru : Jika tubuh Anda terlalu sering terdapat tahi lalat baru, saatnya segera berkonsultasi dengan dokter. Gatal-gatal : Tahi lalat yang terasa gatal adalah pertanda buruk. Selain gatal, tahi lalat yang membesar, bersisik atau berdarah bisa menjadi gejala-gejala terjadinya kanker kulit. Periksakan ke dokter kulit segera. Risiko bawaan : Orang dengan kulit sangat pucat lebih berisiko terkena kanker kulit dibandingkan orang dengan kulit berwarna. Waspadai bila ada anggota keluarga yang terkena karsinoma, karena risiko terkena kanker kulit lebih besar. Akibat : Pertumbuhan sel-sel kulit yang tidak terkendali, dapat merusak jaringan di sekitarnya dan mampu menyebar ke bagian tubuh yang lain. Cara Pencegahan : Pemeriksaan kulit secara sederhana untuk mencari ada tidaknya tanda-tanda kanker kulit dapat dilakukan sendiri dengan melakukan SSE (skin self examination) terutama pada setiap kulit, tahi lalat jaringan parut atau bercak-bercak sejak lahir. SSE disarankan dilakukan setiap bulan pada waktu yang sama misalnya setiap tanggal satu setelah mandi sore. Bagi para wanita SSE dapat dlakukan bersamaan waktunya dengan BSE ( breast self examination) pemeriksaan payudara sendiri atau sadari, Selain tanda-tanda seperti pada SSE yang diamati, perlu juga mengamati tanda perubahan tradisional seperti tumbuhnya kulit baru yang tidak wajar, luka yang tidak sembuh-sembuh atau adanya bagian kulit tertentu yang sering mengalami iritasi. Bila terdapat berbagai kondisi seperti disebutkan di atas maka disarankan secepatnya memeriksakan diri pada dokter. Ada dan tidaknya kanker dapat dipastikan dengan biopsy, untuk itu bila mencurigai adanya kanker kulit . langkah pertama. Melakukan pemeriksaan diri secara cepat dapat mencegah timbulnya penyakit ini, Tidak berlama-lama berada di bawah sinar matahari. Cara Pengobatan : Seperti kanker pada umumnya, kanker kulit bisa diobati dengan operasi pengangkatan sel-sel kanker dan dilanjutkan dengan kemoterapi.
            2.4.6  Eksim
                  
Tanda penyakit Kulit Eksim antara lain bersisik, pecah-pecah, kulit kemerah-merahan, merasa gatal terlebih pada malam hari. Badan yang meradang dan iritasi adalah bentuk dari ciri-ciri eksim. Eksim sama seperti penyait lainnya yaitu gatal-gatal. Eksim bisa disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya setelah memegang sabun ternyata tangan terasa gatal. Gejala yang timbul pada kulit bervariasi, ada yang terasa gatal ringan dan ada juga yang merasaan panas. Jika penderita terasa kulitnya semakin gatal dan tingkat kestersan terhadap gatal tersebut akan menghasilkan penyakit eksim semakin buruk. Ada beberapa cara bisa dilakukan sebagai bahan pengobatan. Misalnya salap dan krim yang mengandung kortikosteroid seperti hydrokortison bisa mengurangi proses inflamasi atau keradangan
            2.4.7  Lepra
                  
Penyakit kulit Lepra memiliki gejala awalannya yaitu  kulit tampak mengkerut apalagi bila penyakit tersebut telah akut kumannya perlahan-lahan akan mengonsumsi kulit dan daging.
            2.4.8  Ketombe
                  
Penyebab penyakit Ketombe diduga erat kaitannya dengan kegiatan kelenjar sebasea di kulit. yang mana berciri-cirimerah, bersisik, berminyak, bau. Cara pencegahannya : keramas dengan menggunakan shampo anti ketombe, usahakan kulit kepala agar tetap bersih dan tidak berminyak. Karena hal itu dapat mengakibatkan ketombe.




            2.4.9  Campak
                  
Gejala penyakit campak antara lain badan merasa lesu, tidak nafsu makan, demam, bersin, pilek, sakit kepala, dan radang mata.
            2.4.10  Kusta
                  
Penyakit kulit kusta merupakan infeksi kritis disebabkan oleh lepra yang interseluler obligat, yang  menyerang saraf pinggir dan menyerang mata, otot, kulit, saluran nafas bagian atas, sistem endotelial, mukosa mulut, tulang, dan testis
            2.4.11  Bisul
                  
Penyakit kulit bisul timbul karena ada infeksi bakteri stafilokokus aureus di kulit lewat folikel rambut,kelenjar minyak, kelenjar keringat yang sesudah itu menyebabkan infeksi lokal.
2.4.12Jerawat
Jerawat adalah penyakit yang biasanya muncul di wajah, leher, punggung, bahu, dada, bahkan di lengan atas. Jerawat disebabkan oleh tersumbatnya pori-pori kulit oleh kotoran. Cara pencegahannya : makan makanan yang tidak mengandung banyak lemak, perbanyak minm air putih, makan makanan yang ber vitamin E. Cara pengobatannya : gunakan cream anti jerawat sesuai resep dokter.  Pada umumnya jerawat pernah muncul disetiap individu, karena jerawat sangat mudah sekali muncul pada permukaan kotor dan berminyak. Tapi, bagi remaja saat masa pubernya. Jangan terlalu heran dan kuwatir, karena jerawat yang muncul pada wajah kalian ada dampak dari stresnya sistem pertumbuhan anda sehingga muncul jerawat. Jerawat sangat suka pada wajah memiliki kulit yang berminyak banyak. Apalagi wajah tersebut berminyak dan kotor, pasti para jamur sangat sedang dan berkembang biak di wajah anda. Jerawat akan berhenti muncul pada usia sudah lebih dari 25 tahun. Jika masih ada muncul, maka jerawat tersebut tidak sebanyak waktu usia sebelum 25 tahun. Jerwat terbagi dari 3 macam, yaitu:
    • Jerwat Biasa : Jerawat biasa sangat mudah untuk ditemukan, karena disetiap wajah dan tempat-tempat yang berminyak sering muncul jerwat biasa. Jerawat biasa berbentuk kemerah-merahan kecil dan pemicu utamanya adalah kelebihan minyak pada kulit. Dan jerawat inipun sering dipengaruhi oleh sifat dari penderita, misalnya stres menghadapi suatu masalah, faktor hormonal dan udara dan membuat minyak yang mestinya keluar dari pori-pori sehingga sumbat menjadi jerawat biasa.
    • Jerawat Batu : Jerawat batu sangat mempengaruhi kepercayaan diri seseorang. Karena dari bentuk berukuran besar maka inilah membuat faktor dari malunya seseorang. Beberapa faktor yang membuat jerawat batu muncul adalah kelenjar minyak yang terlalu aktif dan cendrung membanjiri pori-pori kulit, pertumbuhan sel-sel kulit yang terlalu lambat dari bawah normal. Sehingga akan mengakibatkan sel kulit tidak bergenerasi secepat orang yang mempunyai kulit normal, dan trakhir kulit terlalu sensitif, sehingga jika ada sesuatu yang terlalu tidak baik pada kulit akan memunculkan jerwat.
    • Komedo : Jerawat ini banyak sekali ditemukan di hidung. Komedo disebabkan oleh banyaknya kelenjar minyak pada kulit yang berlebihan, sehingga menumpuk dan mengeluarkan putih-putih dari kumpulan minyak yang mati.

2.4.13Dermatitis
Dermatitis adalah penyakit peradangan pada kulit dan ditandai dengan kulit yang membengkak, memererah, dan gatal-gatal.
2.4.14Cacar air
Gejala
Pada permulaannya, penderita akan merasa sedikit demam, pilek, cepat merasa lelah, lesu, dan lemah. Gejala-gejala ini khas untuk infeksi virus. Pada kasus yang lebih berat, bisa didapatkan nyeri sendi, sakit kepala dan pusing. Beberapa hari kemudian timbullah kemerahan pada kulit yang berukuran kecil yang pertama kali ditemukan di sekitar dada dan perut atau punggung lalu diikuti timbul di anggota gerak dan wajah.Kemerahan pada kulit ini lalu berubah menjadi lenting berisi cairan dengan dinding tipis. Ruam kulit ini mungkin terasa agak nyeri atau gatal sehingga dapat tergaruk tak sengaja. Jika lenting ini dibiarkan maka akan segera mengering membentuk keropeng (krusta) yang nantinya akan terlepas dan meninggalkan bercak di kulit yang lebih gelap (hiperpigmentasi). Bercak ini lama-kelamaan akan pudar sehingga beberapa waktu kemudian tidak akan meninggalkan bekas lagi. Lain halnya jika lenting cacar air tersebut dipecahkan. Krusta akan segera terbentuk lebih dalam sehingga akan mengering lebih lama. kondisi ini memudahkan infeksi bakteri terjadi pada bekas luka garukan tadi. setelah mengering bekas cacar air tadi akan menghilangkan bekas yang dalam. Terlebih lagi jika penderita adalah dewasa atau dewasa muda, bekas cacar air akan lebih sulit menghilang. Waktu karantina yang disarankan : Selama 5 hari setelah ruam mulai muncul dan sampai semua lepuh telah berkeropeng. Selama masa karantina sebaiknya penderita tetap mandi seperti biasa, karena kuman yang berada pada kulit akan dapat menginfeksi kulit yang sedang terkena cacar air. Untuk menghindari timbulnya bekas luka yang sulit hilang sebaiknya menghindari pecahnya lenting cacar air. Ketika mengeringkan tubuh sesudah mandi sebaiknya tidak menggosoknya dengan handuk terlalu keras. Untuk menghindari gatal, sebaiknya diberikan bedak talk yang mengandung menthol sehingga mengurangi gesekan yang terjadi pada kulit sehingga kulit tidak banyak teriritasi. Untuk yang memiliki kulit sensitif dapat juga menggunakan bedak talk salycil yang tidak mengandung mentol. Pastikan anda juga selalu mengonsumsi makanan bergizi untuk mempercepat proses penyembuhan penyakit itu sendiri. Konsumsi buah- buahan yang mengandung vitamin C seperti jambu biji dan tomat merah yang dapat dibuat juice. Pencegahan : Imunisasi tersedia bagi anak-anak yang berusia lebih dari 12 bulan. Imunisasi ini dianjurkan bagi orang di atas usia 12 tahun yang tidak mempunyai kekebalan.Penyakit ini erat kaitannya dengan kekebalan tubuh. Pengobatan : Varicella ini sebenarnya dapat sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan adanya serangan berulang saat individu tersebut mengalami panurunan daya tahan tubuh. Penyakit varicella dapat diberi penggobatan "Asiklovir" berupa tablet 800 mg per hari setiap 4 jam sekali (dosis orang dewasa, yaitu 12 tahun ke atas) selama 7-10 hari dan salep yang mengandung asiklovir 5% yang dioleskan tipis di permukaan yang terinfeksi 6 kali sehari selama 6 hari. Larutan "PK" sebanyak 1% yang dilarutkan dalam air mandi biasanya juga digunakan. Setelah masa penyembuhan varicella, dapat dilanjutkan dengan perawatan bekas luka yang ditimbulkan dengan banyak mengonsumsi air mineral untuk menetralisir ginjal setelah mengonsumsi obat. Konsumsi vitamin C plasebo ataupun yang langsung dari buah-buahan segar seperti juice jambu biji, juice tomat dan anggur. Vitamin E untuk kelembaban kulit bisa didapat dari plasebo, minuman dari lidah buaya, ataupun rumput laut. Penggunaan lotion yang mengandung pelembab ekstra saat luka sudah benar- benar sembuh diperlukan untuk menghindari iritasi lebih lanjut.

2.5             Penyakit yang menyerang indra pengecap
Lidah merupakan suatu organ yang berisi jaringan otot dan menempel pada dasar mulut. Pada permukaan lidah terdapat tonjolan - tonjolan yang disebut dengan papil lidah dan berfungsi sebagai indra perasa kita. Selain itu, lidah juga penghubung atau perpanjangan dari jantung. Bahkan masyarakat Cina kuno percaya bahwa jantung dapat memancarkan energinya ke lidah. Jantung yang sehat bisa membuat lidah mampumembedakan rasa. Lidah juga merupakan rongga eksternal jantung. Sehingga untuk mendeteksi gangguan jantung dapat dilakukan dengan cara melihat kondisi lidah.
2.5.1  Ageusia, Hiperguesia, Disguesia
Penyebab : Mulut yang sangat kering, Perokok berat, Terapi penyinaran pada kepala dan leher, Efek samping dari obat (misalnya vinkristin-obat antikanker atau amitriptilin-obat antidepresi), Luka bakar pada lidah (bisa menyebabkan kerusakan sementara pada jonjot-jonjot pengecap), Bell’s palsy (bisa menyebabkan berkurangnya pengecapan pada salah satu sisi lidah), Depresi, Penyakit sistemik seperti diabetes melitus, refluks gastroesofageal, penyakit ginjal, multipel sklerosis, zoster otikus, dan Sick Building Syndrome. Obat-obatan seperti : • antibiotik (tetrasiklin, kloramfenikol, trimetroprim) • antidiare (loperamid) • antihipertensi (ACE inhibitor) • antirematik (asam asetilsalisilat) • antihistamin (piperidine) • dan masih banyak lagi, Intoksikasi atau keracunan oleh karbonmonoksida, alopurinol, Perubahan fisiologis karena perubahan hormonal dan proses penuaan, Gangguan penciuman karena infeksi sinus, infeksi di mulut, Defisiensi / kekurangan vitamin B, vitamin A, dan zinc. Tidak diketahui penyebabnya. Gejala : Aguesia, tidak mampu mengecap rasa sama sekali. Hipogeusia, kehilangan sensitivitas pengecap. Disguesia, tidak dapat mengecap rasa tertentu. Akibat : Kehilangan pengecapan dapat menimbulkan hilangnya nafsu makan. Cara Pencegahan : Kurangi merokok, Tidak meminum obat-obatan yang keras terlalu banyak kecuali memang diperlukan. Cara Pengobatan : Sering makan permen untuk menjaga kelembaban mulut, Memperbaiki kebersihan rongga mulut, Apabila Anda sedang mengalami infeksi saluran pernapasan, tunggu sampai beberapa hari setelah penyakit tersebut menghilang, Konsumsi vitamin A (ubi kuning, wortel, sayuran dan buah kuning), vitamin B (gandum, daging, susu, kacang hijau, ragi, beras, telur), dan mineral zinc (kacang, gandum, sayur-sayuran hijau seperti bayam dan asparagus, daging, unggas, tiram)
            2.5.2  Candidiasis Oral
                  
Penyebab : Infeksi jamur ragi dari genus Candida pada membran berlendir mulut. Hal ini sering disebabkan oleh Candida albicans, atau kadang oleh Candida glabrata dan Candida tropicalis. sariwan pada mulut bayi disebut candidiasis, sementara jika terjadi di mulut atau tenggorokan orang dewasa diistilahkan candidosis atau moniliasis. Gejala : Menimbulkan kumpulan lapisan kental berwarna putih atau krem pada membran mucosal (dinding mulut dalam). Pada mucosa mulut yang terinfeksi mungkin muncul radang (berwarna merah). Orang dewasa mungkin mengalami rasa tidak nyaman atau rasa terbakar. Akibat : Lidah menjadi susah digunakan karena rasa tidak nyaman yang luar biasa. Cara Pencegahan : Mengurangi penggunaan antibiotic. Cara Pengobatan : Jangan coba beli obat sendiri tanpa resep dokter karena bisa membuat kuman resisten (kebal) terhadap obat.



            2.5.3  Fissured Geografic Tongue
                  
Penyebab : Kebanyakan disebabkan karena faktor keturunan. Tetapi bisa juga karena alergi makanan atau diperberat saat terjadi infeksi demam, batuk atau pilek. Penyakit ini biasa diderita anak di atas 2 tahun. Gejala : SALURAN NAPAS DAN HIDUNG : Batuk / pilek lama (>2 minggu), ASMA, bersin, hidung buntu, terutama malam dan pagi hari. MIMISAN, suara serak, SINUSITIS, sering menarik napas dalam. KULIT : Kulit timbul BISUL, kemerahan, bercak putih dan bekas hitam seperti tergigit nyamuk. Warna putih pada kulit seperti ”panu”. Sering menggosok mata, hidung, telinga, sering menarik atau memegang alat kelamin karena gatal. Kotoran telinga berlebihan, sedikit berbau, sakit telinga bila ditekan (otitis eksterna). PEMBULUH DARAH Vaskulitis (pembuluh darah kecil pecah) : sering LEBAM KEBIRUAN pada tulang kering kaki atau pipi atas seperti bekas terbentur. Berdebar-debar, mudah pingsan, tekanan darah rendah. OTOT DAN TULANG : nyeri kaki, kadang nyeri dada terutama saat malam hari. SALURAN KENCING : Sering minta kencing, BED WETTING (semalam ngompol 2-3 kali). MATA : Mata gatal, timbul bintil di kelopak mata (hordeolum). Kulit hitam di area bawah kelopak mata. memakai kaca mata (silindris) sejak usia 6-12 tahun. HORMONAL : rambut berlebihan di kaki atau tangan, keputihan, gangguan pertumbuhan tinggi badan. Kepala,telapak kaki/tangan sering teraba hangat. Berkeringat berlebihan meski dingin (malam/ac). Keringat berbau. FATIQUE : mudah lelah, sering minta gendong. Akibat : Lidah pecah-pecah dan terlihat terbelah-belah. Nafsu makan akan menurun karena susah menelan. Cara Pencegahan : Setiap sehabis makan, sikatlah lidah 10-15x dengan sikat bulu sedang gerakan pelan tidak boleh melukai lidah, dibantu dentifris (semacam abu gosok yang dipakai untuk membersihkan gigi). Cara Pengobatan : Pengobatan dilakukan dengan pemberian antibiotik atau terapi radiasi.





            2.5.4  Kanker Lidah
                  
Penyebab : Merokok, terutama yg lebih dari 2 pack perhari, resiko tersebut akan meningkat dengan penggunaan alcohol 6-12 oz sehari. Squamous cell carcinoma pada lidah dapat juga disebabkan syphilis atau trauma khronis misalnya tambalan atau gigi yang tajam yg menimbulkan trauma pada lidah. Gejala : Biasanya terdapat luka (ulkus) seperti sariawan yang tidak sembuh dengan pengobatan yang adekuat, mudah berdarah, nyeri lokal, nyeri yang menjalar ke telinga, nyeri menelan, sulit menelan, pergerakan lidah menjadi semakin terbatas. Akibat : Lidah terasa seperti terbelah dan munculnya eritroplakia (bercak kemerahan dalam mulut) pada lidah. Cara Pencegahan : Berhenti merokok terutama pada perokok yang merokok cigarette, cerutu dan merokok dengan mengunakan pipa. Merokok adalah faktor resiko kanker yang terbesar. Semua jenis tembakau membuat Anda berisiko kanker. Mencegah tembakau atau memutuskan untuk berhenti menggunakannya merupakan keputusan kesehatan yang sangat penting. Hal ini merupakan bagian dari mencegah kanker. Hindari minuman beralkohol. Pemeriksaan rutin 6 bulan sekali ke dokter gigi. Salah satu hal yang wajib dilakukan dan sangat penting untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan memeriksakan dan membersihkan gigi secara teratur. Hal itu bisa mencegah karang gigi, gusi sakit, gigi berlubang,kanker mulut, dan penyakit gigi lainnya. Jangan tunggu sampai Anda punya masalah, lalu baru pergi ke dokter gigi. Sebaiknya cegah sebelum terjadi. Menjaga kebersihan mulut dan gigi. Apabila mulut dan gigi tidak terjaga kebersihannya, maka membuat kuman yang berjangkit lama-lama menjadi jamur dan akhirnya berkembang menjadi kanker. Selain menyikat gigi disarankan untuk menggunakan obat kumur yang menuntaskan kegiatan membersihkan mulut. Cara Pengobatan : Pemberian kombinasi radiasi eksternal dan brakhiterapi interstitial untung mematikan sel-sel kanker.





            2.5.5  Sariawan
                  
Sariawan adalah gejala erosi pada lapisan epitel di dalam mulut yang dapat menimbulkan rasa perih ketika makan. Sariawan bisa terjadi di lidah atau pipi. Sariawan disebabkan oleh kekurangan vitamin A, makan makanan yang bersifat panas, kekurangan zat besi, atau karena penurunan daya tahan tubuh.
            2.5.6  Makroglosia
                  
Makroglosia merupakan penyakit sebagai akibat dari pembesaran lidah yang mungkin merupakan bagian dari suatu sindroma yang ditemukan dalam keadaan tumbuh - kembang seperti sindroma dowm. Pembesaran lidah ini bisa juga sebagai akibat dari tumor (hernangioma atau limfangioma), penyakit metabolik (seperti amilodosis primer) atau gangguan endokrin (seperti halnya akromegali ataupun kretinisme)

            2.5.7  Mikroglosia
Bila makroglosia merupak penyakit pada lidah yang berupa pembesaran lidah, maka mikroglosia adalah kebalikannya. Mirkoglosia merupakan penyakit pada lidah yang berupa pengecilan ukuran dan bentul lidah










            2.5.8  Lidah Dengan Fisura (Scrotal Tongue)
                  
Ini merupakan dorsal dan kedua sisi lidah ditutupi oleh alur yang dangkal atau dalam tanpa rasa nyeri; karena terdapatnya alur - alur ini maka dapat menyebabkan penumpukan debris di dalamnya yang kemudian bisa mengakibatkan iritasi

            2.5.9  Glosoptosis
                  
Glosoptosis merupakan penyakit pada lidah yang berupa lidah yang tertarik ke belakang. Pada bayi baru lahir atau pada anak-anak kondisi glosoptosis sangan berbahaya karena bisa saja sewaktu-waktu lidahnya menutup saluran nafas yang bila tidak segera ditangani dengan benar bisa menyebabkan kematian.

            2.5.10  Glossopyrosis
Glossopyrosis adalah sebuah penyakit dengan gejala lidah terasa perih dan terbakar namun tanpa gejala. Penyebabnya adalah penggunaan obat kumur dalam jangka panjang
            2.5.11  Atrophic Glossitis
Atrophic Glossitis adalah suatu penyakit yang menyebabkan lidah kehilangan rasa. Lidahnya akan tampak licin dan mengkilat. Penyakit ini disebabkan oleh kekurangan zat besi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar