BAB
I
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Alat
indra bertugas mengenal lingkungan dan memberi respon terhadap segala
rengsangan yang terjadi terhadap tubuh. Dengan adanya indra, tubuh mampu
merespon lingkungan da memproteksi diri dari berbagai gangguan. Kemampuan
merespon rangsangan dari lingkungan disebabkan oleh reseptor yang dimiliki oleh
indra. Rangsangan adalah semua penyebab perubahan dalam tubuh atau bagian
tubuh.
Pada
akhir-akhir ini banyak orang yang mengeluh karena penyakit. Terutama penyakit
pada alat indra. Hal ini banyak disebabkan kerena banyak faktor. Misalnya :
faktor genetik, makanan, lingkungan dll. Hal ini disebabkan pola makan
masyarakat modern jauh dari kata sehat dan bergizi . Banyaknya makanan yang
cepat saji yang tak sehat yang beredar di lingkungan masyarakat modern. Makanan
instan biasanya mengandung banyak pengawet yang berbahaya bagi tubuh, hal itu
bisa menyebabkan penyakit pada alat indra. Faktor lain misalnya faktor genetik
yang sangat berpengaruh besar terhadap penyakit pada alat indra, dan ada juga
disebabkan oleh kekurangan zat makanan tertentu, misalnya penyakit mata yang
diakibatkan karena kekeurangan vitamin A penyakit kulit kasar yang diakibatkan
oleh kekurangan vitamin E, dan lain sebagainya yang akan dibahas dalam makalah
ini.
Kelainan
dan penyakit pada alat indra dapat mengganggu manusia ketika berinteraksi
terhadap lingkungannya. Banyak orang yang malu karena penyakit kulit yang
menyerang tubuhnya misalnya jerawat, panu, kudis, kurap, dll. Orang akan
cenderung tidak percaya diri untuk berpergian keluar rumah dikarenakan malu
terhadap keadaan kulitnya. Hal tersebut juga dipacu pengaruh lingkungan yang
ekstrim yang mambuat kulit kita menjadi gatal-gatal. Dan hal tersebut juga
dipengaruhi oleh pola makan yang tidak sehat. Misalnya makan makanan yang
banyak mengandung lemak akan mengakibatkan kulit menjadi berjerawat. Dalam hal
ini masyarakat belum sepenuhnya mengetahui tentang penyakit yang menyerang alat
indra ini. Hal ini karena masih rendahnya pendidikan dan sosialisasi tentang
penyakit pada alat indra. Banyak oarang yang acuh tentang kesehatan alat
indranya, padahal penyakit pada alat indra bukanlah penyakit yang bisa
disepelekan. Dan bisa dianggap serius apabila tidak segera ditangani . karena
penyakit pada alat indra merupakan penyakit yang menyerang organ penting kita.
Apabila salah satu dari indra kita terserang penyakit maka kerja saraf kita
juga akan ikut terganggu. Misalnya : apabila kita sakit flu maka juga akan
mamengaruhi kerja indra yang lain, yaitu kerja indra pengecap yang menjadi
teras pahit apabila makan makanan tertentu saat tubuh kita terserang flu. Dan
masih banyak lagi kasus yang lainnya.
Maka
dari itu, penting sekali untuk menjaga kesehatan alat indra kita. Jangan anggap
sepele tentang penyakit yang menyerang alat indra kita karena dapat menjadi hal
yang sangat fatal apabila tidak segera diatasi. Sebelum kita terkena penyakit
ada baiknya kita mencegah datangnya penyakit tersebut. Karena mencegah lebih
baik daripada mengobati. Pada makalah ini akan dibahas masalah tentang penyakit
yang menyerang alat indra kita. Dan sebagian ada cara mengobati dan
mengatasinya. Dan apabila penyakit pada alat indra terlanjur parah sebaiknya
konsultasi ke dokter dengan segera, karena dapat membuat alat indra yang lain
menjadi terserang sehingga juga akan menyerang sistem saraf kita. Karena hal
tersebut juga akan mampengaruhi aktivitas dalam kehidupan sehari hari apabila
kita terserang penyakit yang menyerang sistem alat indra kita. Semoga makalah
ini dapat memberikan wacana tentang berbagai macam penyakit yang menyerang alat
indra kita.dan pada bagian pembahasan semua akan dikupas tentang berbagai macam
penyakit pada alat indra.
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Apa penyakit yang menyerang indra
pengelihatan ?
1.2.2 Apa penyakit yang menyerang indra
pendengaran ?
1.2.3 Apa penyakit yang menyerang indra
pembau ?
1.2.4 Apa penyakit yang menyerang indra
peraba ?
1.2.5 Apa penyakit yang menyerang indra pengecap ?
1.3 Tujuan dan Manfaat Penulisan
1.3.1 Memberikan wacana tentang berbagai
penyakit alat indra pada manusia.
1.3.2 Memberikan pengetahuan agar kita
selalu berpola hidup sehat.
1.3.3 Mengajak pembaca agar tidak
mengacuhkan penyakit tentang alat indra.
1.3.4 Mengetahui akibat dan sebab
penyakit pada alat indra.
1.3.5 Memberi pengetahuan agar kita
selalu menjaga tubuh kita dari serangan penyakit.
BAB
II
Pembahasan
2.1
Penyakit yang menyerang indra pengelihatan :
2.1.1 Miopi (Rabun Jauh)
Miopi
adalah suatu gangguan dimana penderitanya kehilangan kemampuan untuk melihat
benda-benda yang jaraknya jauh dengan jelas. Akibatnya, penderita miopi tidak
dapat melihat tulisan dari jarak jauh. Penderita miopi dapat ditolong dengan
menggunakan kacamata berlensa cekung.
2.1.2 Hipermetropi (Rabun Dekat)
Hipermetropi adalah suatu gangguan
dimana penderitanya kehilangan kemampuan untuk melihat benda-benda yang dekat
dengan jelas. Akibatnya, penderita hipermetropi tidak dapat melihat tulisan
dari jarak dekat. Penderita hipermetropi dapat ditolong dengan menggunakan
kacamata berlensa cembung.
2.1.3 Presbiopi (Mata Tua)
Presbiopi adalah suatu gangguan dimana penderitanya
kehilangan kemampuan untuk melihat benda-benda yang jaraknya jauh maupun dekat
dengan jelas. Gangguan ini umumnya diderita oleh golongan lanjut usia.
Penderita presbiopi dapat ditolong dengan menggunakan kacamata berlensa
rangkap.
2.1.4 Rabun Senja
Rabun senja atau rabun ayam adalah gangguan penglihatan
akibat kekurangan vitamin A. Akibatnya penderita rabun senja kesulitan melihat
benda saat terjadi perubahan dari terang menuju gelap atau saat senja hari.
2.1.5 Katarak
Katarak
adalah gangguan pada mata dimana lensa mata menjadi mengeruh. Katarak dapat
disebabkan oleh kekurangan vitamin B atau karena faktor usia. Katarak dapat
disembuhkan dengan cara operasi katarak. Katarak juga dapat diakibatkan oleh
cedera pada mata atau trauma fisik. Sebuah studi menunjukan katarak berkembang
diantara pilot-pilot pesawat komersial tiga kali lebih besar dari pada
orang-orang dengan pekerjaan selain pilot. Hal ini diduga disebabkan oleh
radiasi berlebihan yang berasal dari luar angkasa. Katarak juga biasanya sering
terjadi pada orang yang terkena radiasi inframerah, seperti para tukang
(meniup)kaca yang menderita “sindrom Pengelupasan”. Eksposur terhadap radiasi
gelombang mikro juga dapat menyebabkan katarak. Kondisi atopik atau alergi yang
juga dikenal untuk mempercepat perkembangan katarak, terutama pada anak-anak. Katarak dapat
terjadi hanya sebagian atau penuh seluruhnya, stasioner atau progresif, keras
atau lembut. Beberapa obat dapat menginduksi perkembangan katarak, seperti
kortikosteron dan Seroquel. Gejala : Penderita katarak akan
mengalami pengelihatan yang buram, ketajaman pengelihatan berkurang,
sensitivitas kontras juga hilang, sehingga kontur, warna bayangan dan visi kurang
jelas karena cahaya tersebar oleh katarak ke mata. Tes sensitivitas kontras
harus dilakukan dan jika kekurangan sensitivitas kontras terlihat makan
dianjurkan untuk konsultasi dengan spesialis mata. Di dunia berkembang,
khususnya di kelompok berisiko tinggi seperti penderita diabetes, disarankan
untuk mencari konsultasi medis jika ‘halo’ yang terjadi disekitar lampu jalan
di malam hari, terutama jika fenomena ini tampak hanya dengan satu mata. Gejala-gejala
katarak sangat mirip dengan gejala citrosis mata. Akibat : Lensa mata menjadi keruh dan cahaya tidak dapat menembusinya,
bervariasi sesuai tingkatannya dari sedikit sampai keburaman total dan
menghalangi jalan cahaya. dalam perkembangan katarak yang terkait dengan usia
penderita dapat menyebabkan penguatan lensa, menyebabkan penderita menderita
miopi, menguning secara bertahap dan keburaman lensa dapat mengurangi persepsi
akan warna biru. Katarak biasanya berlangsung perlahan-lahan menyebabkan
kehilangan penglihatan dan berpotensi membutakan jika tidak diobati. Kondisi
ini biasanya mempengaruhi kedua mata, tapi hampir selalu satu mata dipengaruhi
lebih awal dari yang lain. Sebuah katarak senilis, yang terjadi pada usia
lanjut, pertama kali akan terjadi keburaman dalam lensa, kemudian pembengkakan
lensa dan penyusutan akhir dengan kehilangan transparasi seluruhnya. Selain
itu, seiring waktu lapisan luar katarak akan mencair dan membentuk cairan putih
susu, yang dapat menyebabkan peradangan berat jika pecah kapsul lensa dan
terjadi kebocoran. bila tidak diobati, katarak dapat menyebabkan glaukoma. Cara pencegahan : Menjaga pola makan bergizi yang baik untuk proses
metabolisme, seperti konsumsi buah dan sayuran serta menjaga agar tidak terjadi
trauma atau kecelakaan pada mata. Cara
pengobatan : Satu-satunya pengobatan untuk katarak adalah pembedahan. Pembedahan
dilakukan jika penderita tidak dapat melihat dengan baik dengan bantuan kaca
mata untuk melakukan kegiatannya sehari-hari. Beberapa penderita mungkin merasa
penglihatannya lebih baik hanya dengan mengganti kaca matanya, menggunakan kaca
mata bifokus yang lebih kuat atau menggunakan lensa pembesar. Jika katarak
tidak mengganggu biasanya tidak perlu dilakukan pembedahan. Operasi
katarak sering dilakukan dan biasanya aman. Setelah pembedahan jarang sekali terjadi
infeksi atau perdarahan pada mata yang bisa menyebabkan gangguan penglihatan
yang serius. Untuk mencegah infeksi, mengurangi peradangan dan mempercepat
penyembuhan, selama beberapa minggu setelah pembedahan diberikan tetes mata
atau salep. Untuk melindungi mata dari cedera, penderita sebaiknya menggunakan
kaca mata atau pelindung mata yang terbuat dari logam sampai luka pembedahan
benar-benar sembuh.
2.1.6 Astigmatisme
Astigmatis (mata
silindris) adalah kelainan pada mafa yang menyebabkan penglihatan menjadi
kabur. Hal ini terjadi karena penderita tidak mampu melihat garis-garis
horizontal dan vertikal secara bersama-sama. Mata tidak mampu memfokuskan
pandangan karena kornea mata tidak berbentuk bola. Kelainan ini dapat diatasi
dengan memakai kacamata silindris.
2.1.7 Keratomalasi
Keratomalasi ditandai dengan kornea mata yang keruh.
Penyebabnya adalah kekurangan vitamin A yang sangat parah. Jadi, penyakit ini
merupakan tingkat lanjut rabun senja. Kekurangan vitamin A menimbulkan penebalan
selaput lendir mata. Akibatnya, permukaan mata yang biasanya basah menjadi
kering dan kasar (xeroftalmia/xerosis). Ji ka tidak segera cliatasi. akan
menimbulkan kebutaan.
2.1.8 Juling
Kelainan
mata ini disebabkan adanya ketidak serasian kerja otot penggerak bola mata
kanan dan kiri. Kelainan ini dapat diatasi dengan tindakan operasi pada otot
mata.
2.1.9 Glaukoma
Kelainan
ini ditandai dengan peningkatan tekanan di dalam bola mata. Tekanan terjadi
karena adanya sumbatan pada saluran di dalam bola mata dan pembentukan cairan
di bola mata yang berlebihan. Kelainan yang tidak segera diatasi dapat
menyebabkan kebutaan. Kelainan ini dapat diatasi dengan obat-obatan yang harus
diminum seumur hidup atau dengan tindakan pembedahan.
2.1.10 Buta Warna
Penderita
buta warna tidak dapat membedakan warna tertentu. misalnya merah, hijau. dan
biru. Buta warna merupakan penyakit keturunan yang tidak dapat disembuhkan.
Buta warna lebih banyak diderita laki-laki dari pada perempuan. 1.
Trikromasi. Yaitu mata mengalami
perubahan tingkat sensitivitas warna dari satu atau lebih sel kerucut pada
retina. Jenis buta warna inilah yang sering dialami oleh orang-orang. Ada tiga
klasifikasi turunan pada trikomasi: • Protanomali, seorang buta warna lemah mengenal
merah, •
Deuteromali, warna hijau akan sulit dikenali oleh penderita, • Trinomali (low blue),
kondisi di mana warna biru sulit dikenali penderita. 2. Dikromasi Yaitu keadaan
ketika satu dari tiga sel kerucut tidak ada. Ada tiga klasifikasi turunan: Protanopia,
sel kerucut warna merah tidak ada sehingga tingkat kecerahan warna merah atau
perpaduannya kurang • Deuteranopia, retina tidak memiliki sel kerucut yang peka terhadap
warna hijau • Tritanopia, sel kerucut warna biru tidak ditemukan. 3.
Monokromasi Monokromasi sebenarnya sering dianggap sebagai buta warna oleh orang
umum. Kondisi ini ditandai dengan retina mata mengalami kerusakan total dalam
merespon warna. Hanya warna hitam dan putih yang mampu diterima retina. Cara Pencegahan : Dilakukan tes kromosum untuk mengetahui resiko
anak mengalami buta warna atau tidak, apalagi jika ibu atau anggota keluarga
lain mengalami buta warna. Cara Pengobatan : Biasanya, para penderita
buta warna dapat diobati dengan terapi.
2.1.11
Ablasio
Penyebab : Akibat adanya satu atau lebih robekan-robekan atau
lubang-lubang di retina, dikenal sebagai ablasio retina regmatogen
(Rhegmatogenous Retinal Detachment). Kadang-kadang proses penuaan yang normal
pun dapat menyebabkan retina menjadi tipis dan kurang sehat, tetapi yang lebih
sering mengakibatkan kerusakan dan robekan pada retina adalah menyusutnya
korpus vitreum, bahan jernih seperti agar-agar yang mengisi bagian tengah bola
mata.Korpus vitreum melekat erat pada beberapa lokasi. Bila korpus vitreum
menyusut, ia dapat menarik sebagian retina ditempatnya melekat, sehingga
menimbulkan robekan atau lubang pada retina.Beberapa jenis penyusutan korpus
vitreum merupakan hal yang normal terjadi pada lanjut usia dan biasanya tidak
menimbulkan kerusakan pada retina. Korpus vitreum dapat pula menyusut pada bola
mata yang tumbuh menjadi besar sekali (kadang-kadang ini merupakan akibat dari
rabun jauh), oleh peradangan, atau karena trauma. Pada sebagian besar kasus
retina baru lepas setelah terjadi perubahan besar struktur korpus vitreum.Bila
sudah ada robekan-robekan retina, cairan dari korpus vitreum dapat masuk ke
lubang di retina dan dapat mengalir di antara lapisan sensoris retina dan
epitel pigmen retina. Cairan ini akan mengisi celah potensial antara dua
lapisan tersebut diatas sehingga mengakibatkan retina lepas. Bagian retina yang
terlepas tidak akan berfungsi dengan baik dan di daerah itu timbul penglihatan
kabur atau daerah buta. Bentuk ablasio retina yang lain yaitu ablasio retina
traksi ( Traction Retinal Detachment ) dan ablasio retina eksudatif (Exudative
Retinal Detachment) umumnya terjadi sekunder dari penyakit lain. Ablasio retina
traksi disebabkan adanya jaringan parut (fibrosis) yang melekat pada retina.
Kontraksi jaringan parut tersebut dapat menarik retina sehingga terjadi ablasio
retina. Ablasio retina eksudatif dapat terjadi karena adanya kerusakan epitel
pigmen retina (pada keadaan normal berfungsi sebagai outer barrier), karena
peningkatan permeabilitas dinding pembuluh darah oleh berbagai sebab atau penimbunan
cairan yang terjadi pada proses peradangan.
Gejala :Floaters (terlihatnya benda melayang-layang). yang terjadi karena
adanya kekeruhan di vitreus oleh adanya darah, pigmen retina yang lepas atau
degenerasi vitreus itu sendiri. Photopsia/Light flashes(kilatan cahaya). tanpa
adanya sumber cahaya di sekitarnya, yang umumnya terjadi sewaktu mata
digerakkan dalam keremangan cahaya atau dalam keadaan gelap.Penurunan tajam
penglihatan. penderita mengeluh penglihatannya sebagian seperti tertutup tirai yang
semakin lama semakin luas. Pada keadaan yang telah lanjut, dapat terjadi
penurunan tajam penglihatan yang berat.
Akibat : Penurunan tajam pada penglihatan yang dapat
menyebabkan kebutaan.
Cara pencegahan : Gunakan kaca mata
pelindung untuk mencegah terjadinya trauma pada mata, Penderita diabetes
sebaiknya mengontrol kadar gula darahnya secara seksama. Jika anda
memiliki risiko menderita ablasio retina, periksakan mata minimal setahun
sekali
Cara pengobatan : Operasi Teknik
operasinya bermacam macam, tergantung pada luasnya lapisan retina yang lepas
dan kerusakan yang terjadi, tetapi semuanya dirancang untuk mendekatkan dinding
mata ke lubang retina, menahan agar kedua jaringan itu tetap menempel sampai
jaringan parut terbentuk dan melekatkan lagi robekan. Kadang-kadang cairan
harus dikeluarkan dari bawah retina untuk memungkinkan retina menempel kembali
ke dinding belakang mata. Seringkali sebuah pita silikon atau bantalan penekan
diletakkan di dinding luar mata untuk dengan lembut menekan dinding belakang
mata ke retina. Dalam operasi ini dilakukan pula tindakan untuk menciptakan
jaringan parut yang akan merekatkan robekan retina, misalnya dengan pembekuan,
dengan laser atau dengan panas diatermi (aliran listrik dimasukkan dengan
sebuah jarum). Pada ablasio retina yang lebih rumit mungkin diperlukan teknik
yang disebut vitrektomi. Dalam operasi ini korpus vitreum dan jaringan ikat di
dalam retina yang mengkerut dikeluarkan dari mata. Pada beberapa kasus bila
retina itu sendiri sangat berkerut dan menciut maka retina mungkin harus
didorong ke dinding mata untuk sementara waktu dengan mengisi rongga yang
tadinya berisi korpus vitreum dengan udara, gas atau minyak silikon. Lebih dari
90% lepasnya retina dapat direkatkan kembali dengan teknik-teknik bedah mata
modern, meskipun kadang-kadang diperlukan lebih dan satu kali operasi.
Prognosis
: Bila
retina berhasil direkatkan kembali mata akan mendapatkan kembali sebagian
fungsi penglihatan dan kebutaan total dapat dicegah. Tetapi seberapa jauh
penglihatan dapat dipulihkan dalam jangka enam bulan sesudah tindakan operasi
tergantung pada sejumlah faktor. Pada umumnya fungsi penglihatan akan lebih
sedikit pulih bila ablasio retina telah terjadi cukup lama atau muncul
pertumbuhan jaringan di permukaan retina
2.1.12 Kanker Mata
Penyebab
terjadinya kanker mata adalah tidak adanya gen yang bersifat menurunkan tumor.
Pada umumnya, kanker mata diturunkan berdasarkan gen keturunan. Gejala : Pupil berwarna putih, Mata juling (strabismus), Mata nyeri dan merah, Gangguan penglihatan, Iris pada kedua mata
memiliki warna yang berlainan, Terjadi kebutaan. Akibat : Jaringan di sekitar mata mengalami kerusakan bahkan dapat
menyebabkan kebutaan.Cara Pencegahan : Tes kromosum pra-nikah
untuk mengurangi resiko anak mengalami kanker mata. Apalagi jika ada riwayat
keluarga yang mengalami kanker mata.Cara
Pengobatan : Pengangakatan bola mata dan dilanjutkan dengan kemoterapi.
2.1.13 Monokromasi
Monokromasi
sebenarnya sering dianggap sebagai buta warna oleh orang umum. Kondisi ini
ditandai dengan retina mata mengalami kerusakan total dalam merespon warna.
Hanya warna hitam dan putih yang mampu diterima retina. Cara Pencegahan : Dilakukan tes kromosum
untuk mengetahui resiko anak mengalami buta warna atau tidak, apalagi jika ibu
atau anggota keluarga lain mengalami buta warna. Cara Pengobatan : Biasanya, para
penderita buta warna dapat diobati dengan terapi.
2.1.14 Konjungtivitis
Penyebab Konjungtivitis Gonokokal : Bayi baru lahir bisa
mendapatkan infeksi gonokokus pada konjungtiva dari ibunya ketika melewati
jalan lahir. Karena itu setiap bayi baru lahir mendapatkan tetes mata (biasanya
perak nitrat, povidin iodin) atau salep antibiotik (misalnya eritromisin) untuk
membunuh bakteri yang bisa menyebabkan konjungtivitis gonokokal.Orang dewasa
bisa mendapatkan konjungtivitis gonokokal melalui hubungan seksual (misalnya
jika cairan semen yang terinfeksi masuk ke dalam mata). Biasanya konjungtivitis
hanya menyerang satu mata.Dalam waktu 12-48 jam setelah infeksi mulai, mata
menjadi merah dan nyeri. Jika tidak diobati bisa terbentuk ulkus kornea, abses,
perforasi mata bahkan kebutaan. Untuk mengatasi konjungtivitis gonokokal bisa
diberikan tablet, suntikan maupun tetes mata yang mengandung antibiotik. Konjungtivitis
Vernalis
Konjungtivitis
vernalis adalah salah satu bentuk dari konjungtivitis yang disebabkan oleh
faktor alergi, disamping juga dipengaruhi oleh faktor, yakni; iklim, usia, dan
jenis kelamin.penyakit ini biasanya mengenai pasien muda antara 3-25 tahun.
Pada laki-laki biasanya dimulai pada usia dibawah 10 tahun. Pada umumnya
penderita konjungtivitis vernalis mengeluh gatal, mata merah, dan mengeluarkan
sekret atau kotoran. Konjungtivitis karena virus atau alergi mengeluarkan
kotoran yang jernih. Gejala : Mata terasa kasar menggatalkan, merah dan mungkin berair. Kelopak
mata mungkin menempel sewaktu bangun tidur. Konjungtiva yang mengalami iritasi
akan tampak merah dan mengeluarkan kotoran. Konjungtivitis karena bakteri
mengeluarkan kotoran yang kental dan berwarna putih. Konjungtivitis karena
virus atau alergi mengeluarkan kotoran yang jernih. Kelopak mata bisa
membengkak dan sangat gatal, terutama pada konjungtivitis karena alergi. Gejala lainnya
adalah: – mata berair – mata terasa nyeri – mata terasa gatal – pandangan kabur
– peka terhadap cahaya – terbentuk keropeng pada kelopak mata ketika bangun
pada pagi hari. Akibat : Bila tidak diobati dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan
kebutaan. Cara pencegahan : Konjungtivitis mudah menular, karena itu sebelum dan sesudah
membersihkan atau mengoleskan obat, penderita harus mencuci tangannya
bersih-bersih, Usahakan untuk tidak menyentuh mata yang sehat sesudah menangani
mata yang sakit. Jangan menggunakan handuk atau lap bersama-sama dengan penghuni
rumah lainnya, Gunakan lensa kontak sesuai dengan petunjuk dari dokter dan
pabrik pembuatnya. Cara pengobatan : Pengobatan tergantung kepada penyebabnya. Kelopak mata dibersihkan
dengan air hangat. Jika penyebabnya bakteri, diberikan tetes mata atau salep
yang mengandung antibiotik. Untuk konjungtivitis karena alergi, antihistamin
per-oral (melalui mulut) bisa mengurangi gatal-gatal dan iritasi. Atau bisa
juga diberikan tetes mata yang mengandung kortikosteroid. Untuk memperbaiki
posisi kelopak mata atau membukan saluran air mata yang tersumbat, mungkin
perlu dilakukan pembedahan.
2.1.15 Dakriosistis
Penyebab : Adanya blokade pada
saluran yang mengalirkan air mata dari kantong air mata ke hidung sehingga
duktus (saluran) yang terhalang menjadi terinfeksi. Gejala : Mata berair dan kotoran
mata berlebih. Akibat : Infeksi menyebabkan nyeri di daerah sekitar kantong air mata yang
tampak merah dan membengkak. Mata menjadi merah dan berair serta mengeluarkan
nanah. Jika kantong air mata ditekan secara perlahan, akan keluar nanah
dari lubang di sudut mata sebelah dalam (dekat hidung). Penderita juga
mengalami demam. Jika infeksi yang ringan atau berulang berlangsung lama maka
sebagian besar gejala mungkin menghilang hanya pembengkakan ringan yang
menetap. Kadang infeksi menyebabkan tertahannya air mata di dalam kantong air
mata sehingga terbentuk kantong yang berisi cairan (mukokel di bawah kulit.
Infeksi berulang bisa menyebabkan penebalan dan kemerahan diatas kantong air
mata. Bisa terbentuk kantong nanah (abses) yang kemudian pecah dan
mengeluarkan nanahnya. Cara pencegahan : Mencegah glaucoma adalah mendetesi sedini mungkin. Selain itu,
mengurangi makanan berkolesterol bisa mencegah resiko terkena glaucoma. Cara
pengobatan : Dengan
cara pemberian antibiotika oral atau melalui pembuluh darah. Bisa dilakukan
pengompresan dengan air hangat di sekitar kantung air mata. Jika terjadi kantung
nanah maka harus dilakukan pembedahan.
2.2 Penyakit yang menyerang indra pendengaran
2.2.1
Penyumbatan
Kotoran telinga (serumen)
bisa menyumbat saluran telinga dan menyebabkan gatal-gatal, nyeri serta tuli
yang bersifat sementara. Dokter akan membuang serumen dengan cara menyemburnya
secara perlahan dengan menggunakan air hangat (irigasi). Tetapi jika
dari telinga keluar nanah, terjadi perforasi gendang telinga atau
terdapat infeksi telinga yang berulang, maka tidak dilakukan irigasi. Jika
terdapat perforasi gendang telinga, air bisa masuk ke telinga tengah dan
kemungkinan akan memperburuk infeksi. Pada keadaan ini, serumen dibuang dengan
menggunakan alat yang tumpul atau dengan alat penghisap. Biasanya tidak
digunakan pelarut serumen karena bisa menimbulkan iritasi atau reaksi alergi
pada kulit saluran telinga, dan tidak mampu melarutkan serumen secara
adekuat.Anak-anak sering memasukkan benda-benda kecil ke dalam saluran
telinganya, terutama manik-manik, penghapus karet atau kacang-kacangan.
Biasanya benda-benda tersebut oleh dokter dikeluarkan dengan bantuan kait yang
tumpul. Benda-benda yang masuk terlalu dalam lebih sulit dikeluarkan karena
memiliki resiko menimbulkan cedera pada gendang telinga dan tulang-tulang
pendengaran di telinga tengah. Kadang manik-manik dari kaca atau logam
dikeluarkan dengan cara irigasi. Jika anak meronta-ronta atau pengeluaran benda
sulit dilakukan, bisa dilakukan pembiusan umum.
2.2.2 Otitis Eksterna
Otitis eksterna adalah suatu infeksi
pada saluran telinga. Infeksi ini bisa menyerang seluruh saluran (otitis
eksterna generalisata) atau hanya pada daerah tertentu sebagai bisul (furunkel).
Otitis eksterna seringkali disebut sebagai telinga perenang (swimmer’s
ear).Sejumlah bakteri atau jamur (lebih jarang) bisa menyebabkan otitis
eksterna generalisata; bakteri stafilokokus biasanya menyebabkan bisul.
Orang-orang tertentu (penderita alergi, psoriasis), eksim atau dermatitis
pada kulit kepala) sangat peka terhadap otitis eksterna. Cedera pada saluran
telinga ketika sedang membersihkannya atau masuknya air/bahan iritan (misalnya hari
spray atau cat rambut) bisa menyebabkan otits eksterna.Saluran telinga bisa
membersihkan dirinya sendiri dengan cara membuang sel-sel kulit yang mati dari
gendang telinga melalui saluran telinga. Membersihkan saluran telinga dengan cotton
bud (kapas pembersih) bisa mengganggu mekanisme pembersihan ini dan bisa
mendorong sel-sel kulit yang mati ke arah gendang telinga sehingga kotoran
menumpuk disana. Penimbunan sel-sel kulit yang mati dan serumen akan
menyebabkan penimbunan air yang masuk ke dalam saluran ketika mandi atau
berenang. Kulit yang basah dan lembut pada saluran telinga lebih mudah
terinfeksi oleh bakteri atau jamur.Gejala-gejala dari otitis eksterna
generalisata adalah gatal-gatal, nyeri dan keluarnya cairan berbau busuk. Jika
saluran telinga membengkak atau terisi oleh nanah dan sel-sel kulit yang mati,
maka bisa terjadi gangguan pendengaran.Biasanya jika daun telinga ditarik atau
kulit didepan saluran telinga ditekan, akan timbul nyeri. Dengan menggunakan otoskop,
kulit pada saluran telinga tampak merah, membengkak dan penuh dengan nanah dan
sel-sel kulit yang mati.Bisul menyebabkan nyeri yang hebat. Jika bisul ini
pecah, akan keluar darah dan nanah dari telinga.Untuk mengobati otitis eksterna
generalisata, pertama-tama dilakukan pembuangan sel-sel kulit mati yang
terinfeksi dari saluran telinga dengan alat penghisap atau kapas kering.
Setelah saluran telinga diersihkan, fungsi pendengaran biasanya kembali normal.
Biasanya diberikan obat tetes telinga yang mengandung antibiotik selama
bebarapa hari. Beberapa tetes teling ada yang mengandung kortikosteroid untuk
mengurangi pembengkakan. Kadang diberikan obat tetes telinga yang mengandung
asam asetat untuk mengembalikan keasaman pada saluran telinga.Untuk mengurangi
nyeri pada 24-48 jam pertama bisa diberikan acetaminophen atau codein. Infeksi yang sudah
menyebar keluar saluran telinga (selulitis) diobati dengan antibiotik per-oral
(melalui mulut).Bisul dibiarkan pecah dengan sendirinya karena jika sengaja
disayat bisa menyebabkan penyebaran infeksi. Obat tetes telinga yang mengandung
antibiotik tidak efektif. Untuk meringankan nyeri dan mempercepat penyembuhan
bisa dilakukan pengompresan hangat (sebentar saja) dan pemberian obat pereda
nyeri.
2.2.3 Perikondritis
Perikondritis adalah suatu infeksi
pada tulang rawan (kartilago) telinga luar.Perikondritis bisa terjadi
akibat: - cedera - gigitan serangga - pemecahan bisul dengan sengaja. Nanah
akan terkumpul diantara kartilago dan lapisan jaringan ikat di sekitarnya (perikondrium).
Kadang nanah menyebabkan terputusnya aliran darah ke kartilago, menyebabkan
kerusakan pada kartilago dan pada akhirnya menyebabkan kelainan bentuk telinga.
Meskipun bersifat merusak dan menahun, tetapi perikondritis cenderung hanya
menyebabkan gejala-gejala yang ringan. Untuk membuang nanahnya, dibuat sayatan
sehingga darah bisa kembali mengalir ke kartilago. Untuk infeksi yang lebih
ringan diberikan antibiotik per-oral, sedangkan untuk infeksi yang lebih berat
diberikan dalam bentuk suntikan. Pemilihan antibiotik berdasarkan beratnya
infeksi dan bakteri penyebabnya.
2.2.4 Eksim
Eksim pada telinga merupakan suatu
peradangan kulit pada telinga luar dan saluran telinga, yang ditandai dengan
gatal-gatal, kemerahan, pengelupasan kulit, kulit yang pecah-pecah serta
keluarnya cairan dari telinga. Keadaan ini bisa menyebabkan infeksi pada
telinga luar dan saluran telinga. Dioleskan larutan yang mengandung alumunium
asetat (larutan Burow). Untuk mengatasi gatal-gatal dan peradangan bisa
diberikan krim atau salep corticosteroid. Jika daerah yang terkena mengalami
infeksi, bisa diberikan salep atau obat tetes antibiotik
2.2.5 Cedera
Cedera pada telinga luar (misalnya
pukulan tumpul) bisa menyebabkan memar diantara kartilago dan perikondrium.
Jika terjadi penimbunan darah di daerah tersebut, maka akan terjadi perubahan
bentuk telinga luar dan tampak massa berwarna ungu kemerahan.Darah yang
tertimbun ini (hematoma) bisa menyebabkan terputusnya aliran darah ke
kartilago sehingga terjadi perubahan bentuk telinga. Kelainan bentuk ini
disebut telinga bunga kol, yang sering ditemukan pada pegulat dan
petinju.Untuk membuang hematoma, biasanya digunakan alat penghisap dan
penghisapan dilakukan sampai hematoma betul-betul sudah tidak ada lagi
(biasanya selama 3-7 hari). Dengan pengobatan, kulit dan perikondrium akan
kembali ke posisi normal sehingga darah bisa kembali mencapai kartilago.Jika
terjadi robekan pada telinga, maka dilakukan penjahitan dan pembidaian pada
kartilagonya.Pukulan yang kuat pada rahang bisa menyebabkan patah tulang di
sekitar saluran telinga dan merubah bentuk saluran telinga dan seringkali
terjadi penyempitan. Perbaikan bentuk bisa dilakukan melalui pembedahan.
2.2.6 Tumor
Tumor pada telinga bisa bersifat
jinak atau ganas (kanker). Tumor yang jinak bisa tumbuh di saluran telinga,
menyebabkan penyumbatan dan penimbunan kotoran telinga serta ketulian Seruminoma
(kanker pada sel-sel yang menghasilkan serumen) bisa tumbuh pada sepertia
saluran telinga luar dan bisa menyebar. Untuk mengatasinya dilakukan pembedahan
untuk mengangkat kanker dan jaringan di sekitarnya.Kanker sel basal dan
kanker sel skuamosa seringkali tumbuh di pada telinga luar setelah
pemaparan sinar matahari yang lama dan berulang-ulang. Pada stadium dini, bisa diatasi
dengan pengangkatan kanker atau terapi penyinaran. Pada stadium lanjut, mungkin
perlu dilakukan pengangkatan daerah telinga luar yang lebih luas. Jika kanker
telah menyusup ke kartilago, dilakukan pembedahan.Kanker sel basal dan sel
skuamosa juga bisa tumbuh di dalam atau menyebar ke saluran telinga. Keadaan
ini diatasi dengan pembedahan untuk mengangkat kanker dan jaringan di
sekitarnya yang diikuti dengan terapi penyinaran.
2.2.7 Tuli
Konduktif
Penyebab : Penurunan fungsi pendengaran sensorineural dikelompokkan lagi
menjadi: Penurunan fungsi pendengaran sensorik (jika kelainannya terletak
pada telinga dalam), Penurunan fungsi pendengaran neural (jika kelainannya terletak pada
saraf pendengaran atau jalur saraf pendengaran di otak, Penurunan fungsi
pendengaran sensorik bisa merupakan penyakit keturunan, tetapi mungkin juga
disebabkan oleh: Trauma akustik (suara yang sangat keras) Infeksi virus pada
telinga dalam, Obat-obatan tertentu, Penyakit Meniere. Penurunan fungsi pendengaran neural bisa disebabkan oleh : Tumor otak
yang juga menyebabkan kerusakan pada saraf-saraf di sekitarnya dan batang otak. Infeksi Berbagai
penyakit otak dan saraf (misalnya stroke) – Beberapa penyakit keturunan
(misalnya penyakit Refsum). Pada anak-anak, kerusakan saraf pendengaran bisa terjadi akibat : Gondongan, Campak Jerman (rubella), Meningitis, Infeksi telinga dalam, Gejala : Penderita penurunan
fungsi pendengaran bisa mengalami beberapa atau seluruh gejala berikut : Kesulitan
dalam mendengarkan percakapan, terutama jika di sekelilingnya berisik, Terdengar gemuruh atau
suara berdenging di telinga (tinnitus), Tidak dapat mendengarkan suara televisi atau
radio dengan volume yang normal, Kelelahan dan iritasi karena penderita berusaha keras untuk bisa
mendengar, Pusing
atau gangguan keseimbangan. Akibat : Penderita dapat mengalami kerusakan saraf yang menyebabkan tuli
semantara bahkan tuli permanen. Cara Pencegahan : Membersihkan telinga secara teratur. Cara
Pengobatan : Pengobatan
untuk penurunan fungsi pendengaran tergantung kepada penyebabnya. Jika penurunan
fungsi pendengaran konduktif disebabkan oleh adanya cairan di telinga tengah
atau kotoran di saluran telinga, maka dilakukan pembuangan cairan dan kotoran
tersebut. Jika penyebabnya tidak dapat diatasi, maka digunakan alat bantu
dengar atau kadang dilakukan pencangkokan koklea.
2.2.8 Vertigo
Penyebab : Perubahan posisi kepala
(biasanya terjadi ketika penderita berbaring, bangun, berguling di atas tempat
tidur atau menoleh ke belakang), Adanya endapan kalsium di dalam salah satu kanalis semisirkularis di
dalam telinga bagian dalam, Pasokan oksigen ke otak yang kurang dapat pula
menjadi penyebab. Gejala : Penderita merasa seolah-olah dirinya bergerak atau berputar; atau
penderita merasakan seolah-olah benda di sekitarnya bergerak atau berputar. Sebelum
memulai pengobatan, harus ditentukan sifat dan penyebab dari vertigo. Gerakan mata
yang abnormal menunjukkan adanya kelainan fungsi di telinga bagian dalam atau
saraf yang menghubungkannya dengan otak. Nistagmus adalah gerakan mata yang
cepat dari kiri ke kanan atau dari atas ke bawah. Arah dari gerakan tersebut
bisa membantu dalam menegakkan diagnosa. Nistagmus bisa dirangsang dengan
menggerakkan kepala penderita secara tiba-tiba atau dengan meneteskan air
dingin ke dalam teling. Untuk menguji keseimbangan, penderita diminta berdiri dan kemudian
berjalan dalam satu garis lurus, awalnya dengan mata terbuka, kemudian dengan
mata tertutup. Tes pendengaran seringkali bisa menentukan adanya kelainan telinga
yang mempengaruhi keseimbangan dan pendengaran. Pemeriksaan lainnya
adalah CT scan atau MRI kepala, yang bisa menunjukkan kelainan tulang atau
tumor yang menekan saraf. Jika diduga suatu infeksi, bisa diambil contoh cairan dari telinga
atau sinus atau dari tulang belakang. Akibat :
Pada vertigo ringan, penderita hanya akan merasa pusing
dan keadaan sekitar terasa berputar-putar. Namun, ada beberapa dokter yang
mengatakan bahwa vertigo bias menjadi awal penyakit stroke. Cara
Pencegahan : CT
scan atau MRI kepala, agar vertigo bisa diketahui lebih awal sebelum menjadi
parah. Cara Pengobatan : Pengobatan tergantung kepada penyebabnya. Obat untuk mengurangi
vertigo yang ringan adalah meklizin, dimenhidrinat, perfenazin dan skopolamin.
2.2.9 . Otitis Media
Penyebab : Peradangan dan
penumpukan cairan didalam telinga tengah. Jika ada cukup bakteri berkembang
diarea ini, cairan dapat menjadi terinfeksi. Gejala : Perforasi sentral
(lubang terdapat di tengah-tengah gendang telinga). Otitis media kronis bisa
kambuh setelah infeksi tenggorokan dan hidung (misalnya pilek) atau karena telinga
kemasukan air ketika mandi atau berenang. Penyebabnya biasanya adalah bakteri.
Dari telinga keluar nanah berbau busuk tanpa disertai rasa nyeri. Bila terus
menerus kambuh, akan terbentuk pertumbuhan menonjol yang disebut polip, yang
berasal dari telinga tengah dan melalui lubang pada gendang telinga akan
menonjol ke dalam saluran telinga luar. Perforasi marginal
(lubang terdapat di pinggiran gendang telinga). Menyebabkan saluran-saluran
eustachian membengkak dan menjadi terhalangi. Tanpa udara mengalir ke atau dari
telinga tengah, tekanan didalam telinga meningkat. Ini dapat menjadi luar biasa
tidak nyaman dan dapat terasa seperti balon yang ditiup besar sekali, siap
untuk meletus. Infeksi-infeksi telinga tengah juga menyebabkan akumulasi cairan
dan produksi nanah didalam telinga tengah. Ini dapat membatasi kemampuan dari
getaran-getaran suara untuk berpergian dari selaput gendang telinga ke telinga
dalam, menyebabkan kehilangan pendengaran sementara. Sebagai tambahan, gendang
telinga dapat berubah pink atau merah, dan penumpukan cairan dan nanah yang
dihaslkan didalam telinga tengah dapat menekan gendang telinga, menyebabkannya
meregang secara ketat atau menonjol. Akibat :
Dapat menyebabkan tuli konduktif. Cara Pencegahan : Pengobatan infeksi
telinga akut secara tuntas bisa mengurangi resiko terjadinya infeksi telinga
kronis. Cara Pengobatan : Pada serangan otitis media kronis, dokter akan membersihkan saluran
telinga dan telinga tengah dengan menggunakan penghisap dan kapas kering.
Kemudian ke dalam telinga tengah dimasukkan cairan asam asetat dan
hydrocortisone.
2.2.10 Tonsillar Celluitis
Penyebab : Infeksi bakteri pada
jaringan di sekitar amandel; tonsillar abscess adalah penumpukan nanah di
sekitar daerah amandel. Gejala : Dengan tonsillar cellulites atau abscess, menelan menyebabkan rasa
sakit berat, seseorang merasa sakit, mengalami demam, dan bisa memiringkan
kepala ke depan sebelah abscess untuk membantu menghilangkan rasa sakit. Kejang
pada otot pengunyah membuat mulut sulit terbuka (trismus). Cellulitis
menghasilkan kemerahan yang umum dan mengunyah diatas amandel dan pada
langit-langit lunak. Abscess mendorong amandel ke depan, dan uvula (kecil,
proyeksi kecil yang menggantung ke bawah pada belakang tenggorokan) ditelan dan
bisa didorong ke sebelah berlawanan dengan abses. Akibat : Kadangkala, bakteri,
biasanya streptococci, yang menginfeksi tenggorokan bisa menyebar ke dalam
jaringan yang mengelilinginya. Keadaan ini disebut cellulitis. Jika bakteri
berkembang tidak terkendali, penumpukan nanah (abscess) bisa terbentuk. Abscess
bisa terbentuk kemudian menuju amandel (peritonsillar) atau di sebelah
tenggorokan (parapharyngeal). Abscesses terjadi pada anak tetapi lebih sering
terjadi pada orang dewasa muda. Cara Pengobatan : Antibiotik, seperti penisilin atau clindamycin,
diberikan secara infus. Jika tidak terdapat abscess, antibiotik biasanya mulai
membersihkan infeksi dalam 24 sampai 48 jam. Jika abscess ada, seorang dokter
harus memasukkan sebuah jarum ke dalamnya atau memotong ke dalamnya untuk
mengeluarkan nanah. Daerah tersebut pertama kali dimatirasakan dengan semprotan
anestesi atau suntikan. Pengobatan dengan antibiotik dilanjutkan melalui mulut.
2.2.11 Tuli Saraf
Gangguan pendengaran kerena kerusakan saraf audiotori dan saraf pendengaran
2.2.12 Labirinisis
Infeksi pada labirin di telinga oleh infeksi, gagar otak, alergi, biasanya
orang yang menderita ini akan mual dan muntah dan juga vertigo.
2.3 Penyakit yang menyerang indra pembau :
2.3.1 Anosmia,
Disosmia, Hiposmia, Hipernosmia
Penyebab : Disebabkan oleh
gangguan saluran hidung, cedera kepala dan tumor sulkus olfaktorius (misalnya
meningioma, glioma frontal). Gejala :
Kehilangan penciuman yang bersifat sementara atau
permanen. Hiposmia hanya kehilangan sensitivitas pada bau. Disosmia hanya tidak
mampu mendeteksi bau tertentu. Tidak seperti anosmia yang tidak bisa mencium
bau sama sekali. Hipernosmia, penciuman yang berlebihan. Yang terakhir paling
jarang terjadi. Akibat : Hilang atau berkurangnya indra penciuman dapat menyebabkan penderita
kehilangan minat makan, menyebabkan penurunan berat badan, gizi buruk atau
bahkan depresi. Cara Pencegahan : -. Cara Pengobatan : Kehilangan penciuman dapat disembuhkan, tergantung dari penyebabnya.
Dokter biasanya memberi antibiotik untuk mengobati infeksi bakteri, atau
menghapus penghalang yang menghalangi saluran hidung. Namun jika kehilangan
penciuman itu karena faktor usia, umumnya sulit untuk disembuhkan.
2.3.2 Tumor
Hidung
Penyebab : JNA (Juvenile
nasopharyngeal angiofibroma) berasal dari sex steroid-stimulated hamartomatous
tissue yang terletak di turbinate cartilage. Pengaruh hormonal yang dikemukakan
ini dapat menjelaskan mengapa beberapa JNA jarang terjadi (ber-involute)
setelah masa remaja (puberty). Gejala :
Obstruksi nasal (80-90%) dan ingus (rhinorrhea). Ini
merupakan gejala yang paling sering, terutama pada permulaan penyakit, Sering mimisen
(epistaxis) atau keluar cairan dari hidung yang berwarna darah (blood-tinged
nasal discharge). Mimisen, yang berkisar 45-60% ini, biasanya satu sisi
(unilateral) dan berulang (recurrent), Sakit kepala (25%), khususnya jika sinus
paranasal terhalang, Pembengkakan di wajah (facial swelling), kejadiannya sekitar 10-18%, Tuli konduktif
(conductive hearing loss) dari obstruksi tuba eustachius, Melihat dobel
(diplopia), yang terjadi sekunder terhadap erosi menuju ke rongga kranial dan
tekanan pada kiasma optic, Gejala lainnya yang bisa juga terjadi misalnya: keluar ingus satu
sisi (unilateral rhinorrhea), tidak dapat membau (anosmia), berkurangnya
sensitivitas terhadap bau (hyposmia), recurrent otitis media, nyeri mata (eye
pain), tuli (deafness), nyeri telinga (otalgia), pembengkakan langit-langit
mulut (swelling of the palate), kelainan bentuk pipi (deformity of the cheek),
dan rhinolalia. Akibat : Penderita akan sering mengalami mimisan. Pada stadium tertentu,
penderita bisa mengalami kerusakan tulang hidung dan saluran hidung. Cara
Pencegahan : Makan
makanan yang bergizi seimbang untuk mencegah turunnya daya tahan tubuh. Cara
Pengobatan : A.
Terapi Medis : Terapi hormonal dan kemoterapi. Flutamide hormonal, suatu nonsteroidal androgen
blocker atau testosterone receptor blocker, efektif untuk mengurangi ukuran
tumor pada stadium I dan II hingga 44%. Terapi hormonal dengan
diethylstilbestrol (5 mg PO tid untuk 6 minggu) sebelum eksisi dapat mengurangi
vascularity JNA namun terkait dengan efek samping memiliki sifat kewanitaan
(feminizing side effects). Doxorubicin dan dacarbazine disiapkan jika JNA
berulang atau kambuh. Schuon, et.al. (2006) melaporkan analisis immunohistochemical dari
mekanisme pertumbuhan JNA. Mereka berkesimpulan bahwa pertumbuhan dan
vaskularisasi JNA dikendalikan oleh faktor-faktor yang dibebaskan dari stromal
fibroblasts. Oleh karena itu, dihambatnya faktor-faktor ini dapat bermanfaat
untuk terapi JNA yang tidak dapat dioperasi (inoperable). Radioterapi : Beberapa center telah
melaporkan rata-rata kesembuhan 80% dengan terapi radiasi. Radioterapi
stereotactic (yakni: pisau Gamma) mengirimkan dosis radiasi yang lebih rendah ke jaringan
di sekitarnya. Para ahli telah menyediakan radioterapi untuk penyakit intrakranial
atau kasus yang berulang. Radioterapi three-dimensional conformal untuk JNA yang luas
(extensive) atau penyebaran hingga intrakranial memberikan suatu alternatif
yang baik untuk radioterapi konvensional berkaitan dengan pengendalian penyakit
dan morbiditas akibat radiasi (radiation morbidity). External beam
irradiation, paling sering digunakan untuk penyakit intrakranial yang tidak
dapat dibedah (unresectable), atau kambuhan (recurrent). Digunakan dosis yang
bervariasi dari 30-46 Gy. Sisa tumor seringkali muncul dua tahun setelah
terapi. Perhatian utama termasuk kulit sekunder, tulang, jaringan lunak,
keganasan tiroid, dan hambatan perkembangan tulang wajah. B. Terapi
Pembedahan : Beberapa
pendekatan yang digunakan tergantung dari lokasi dan perluasan JNA. Rute rinotomi
lateral, transpalatal, transmaksila, atau sphenoethmoidal digunakan untuk
tumor-tumor yang kecil (Klasifikasi Fisch stadium I atau II), Pendekatan fossa
infratemporal digunakan ketika tumor telah meluas ke lateral, Pendekatan midfacial
degloving, dengan atau tanpa osteotomi LeFort, memperbaiki akses posterior
terhadap tumor, Pendekatan translokasi wajah dikombinasikan dengan insisi
Weber-Ferguson dan perluasan koronal untuk kraniotomi frontotemporal dengan
midface osteotomies untuk jalan masuk, Pendekatan extended anterior subcranial
memudahkan pemotongan tumor sekaligus (en bloc), dekompresi saraf mata, dan
pembukaan sinus kavernosus, Intranasal endoscopic surgery dipersiapkan untuk tumor yang terbatas
pada rongga hidung dan sinus paranasal.
2.3.3 Salesma
dan Influenza
Penyebab : Salesma dan influenza
disebabkan oleh virus. Gejala : Gejala yang mengiringi diantaranya mencret ringan, terutama pada
anak kecil. Akibat : Batuk, pilek, sakit leher dan kadang-kadang panas atau sakit pada
persendian. Banyak lendir dalam hidung menyebabkan infeksi telinga pada
anak-anak atau gangguan sinus (peradangan gawat dan berlangsung lama pada
rongga tulang yang berhubungan dengan rongga hidung) pada orang dewasa. Cara
Pencegahan : Nutrisi
makanan yang bermutu akan membantu pencegahan penyakit salesma. Mengonsumsi
jeruk, tomat dan buah-buahan lain yang mengandung vitamin C sangat dianjurkan,
Bertentangan dengan kepercayaan umum, salesma bukan terjadi karena kedinginan
atau kehujanan. Salesma ditularkan oleh seseorang yang telah menderita infeksi
melalui vektor udara, Untuk mencegah penularan kepada orang lain, maka penderita harus
makan dan tidur terpisah dari anggota keluarga lain terutama menjauhi bayi. Ia
harus menutup hidung atau mulutnya ketika batuk atau bersin, Untuk mencegah agar
salesma tidak menimbulkan sakit telinga, jangan menghembus ingus kuat-kuat,
hapus saja ingus anda. Ajarkan anak-anak agar melakukan hal yang sama, Penderita yang sering
mengalami sakit telinga atau gangguan sinus dapat mencegahnya dengan memakai
tetes hidung decongestan seperti phenyleprine. Setelah menghirup sedikit air
garam, teteskan obat tersebut dalam hidung sebagai berikut: Miringkan
kepala, kemudian teteskan 2 atau 3 tetes ke dalam lubang hidung sebelah bawah.
Tunggu beberapa menit dan lakukan hal yang sama pada lubang lainnya. Cara
Pengobatan : Minum
air panas dan cukup istirahat, Aspirin atau acetaminophen dapat menurunkan
panas dan menghilangkan sakit kepala. Tablet-tablet salesma yang lebih mahal
tidak lebih manjur daripada aspirin, Tetaplah makan seperti biasa, karena tidak ada pantangan mengonsumsi
sesuatu. Cara mengobati batuk dan hidung tersumbat: : Jika salesma atau
influenza berlangsung lebih dari satu minggu, atau telah timbul panas, batuk
ditambah dengan keluarnya banyak lendir beserta nanah (dahak), bernapas dalam
kondisi cepat dan dangkal, atau mengalami sakit dada, maka terdapat kemungkinan
si penderita mengalami radang cabang tenggorokan (bronchitis) atau radang
paru-paru (pneumonia). Dalam keadaan ini diperlukan antibiotika. Bahaya
terjadinya radang paru-paru lebih besar pada orang-orang berusia lanjut dan
yang menderita gangguan paru-paru seperti bronchitis menahun. Sakit
tenggorokan atau sakit leher sering kali merupakan bagian dari salesma. Tidak
diperlukan obat khusus, tetapi kumur dengan air hangat akan membantu proses
penyembuhan. Jika sakit leher terjadi secara mendadak, disertai panas tinggi,
kemungkinannya adalah strep throat (sakit leher karena infeksi streptoccus).
Dalam keadaan ini diperlukan pengobatan khusus. Untuk melegakan hidung
yanng tersumbat, dapat dilakukan tindakan sebagai berikut: Pada anak-anak
kecil, hisaplah dengan hati-hati ingus atau lendir dari hidung dengan
menggunakan balon penghisap atau sempritan tanpa jarum suntik, Orang dewasa dan
anak-anak remaja dapat menghirup air garam kedalam hidungnya. Tindakkan ini
akan mencairkan lender, Bernapas dalam uap air panas akan melegakan hidung yang tersumbat, Hapuslah ingus Anda,
tetapi jangan menghembuskan ingus kuat-kuat, karena tindakan ini dapat
menimbulkan sakit telinga dan infeksi sinus.
2.3.4 Sinus
Penyebab : Bisa disebabkan oleh
virus, bakteri, maupun alergi. Gejala :
Sakit pada muka di sekitar mata. Pada daerah ini jika
Anda mengetuk tulang atau menundukkan kepala, muka akan terasa sakit, Hidung sering kali
tersumbat oleh adanya nanan atau ingus yang kental, Kadang-kadang diikuti
oleh panas. Akibat : Peradangan sinus, yaitu rongga-rongga dalam tulang yang berhubungan
dengan rongga hidung, yang gawat dan biasanya terjadi dalam waktu menahun
(kronis). Cara Pencegahan : Carilah penyebab terjadinya alergi, seperti debu; bulu ayam; tepung
sari bunga; jamur, dan usahakan untuk menghindari benda-benda tersebut. Cara
Pengobatan : Hirup
sedikit air garam ke dalam hidung, Gunakan antihistamin seperti chlorpheniramine, dimenhydrinate, yang
biasanya dijual untuk mengobati mabuk perjalanan, Letakkan kompres hangat di bagian wajah, Gunakan tetes hidung
decongestan seperti phenyleprine, Antibiotika seperti tetracyclin, ampicilin, atau penicillin, bisa
digunakan untuk meredakan sinus, Jika si penderita kondisinya tidak membaik, segera minta pertolongan
dokter, Operasi
2.3.5
Peradangan
hidung akibat alergi (Rhintis Allergica)
Rhintis Allergica
bisa disebabkan reaksi alergi pada hidung karena
masuknya substansi asing dalam saluran tenggorokan. Anda bisa menggunakan
antihistamin seperti chlorpheniramine, dimenhydrinate. Sebagai
pencegahan, ketahuilah penyebab terjadinya alergi, apakah debu, bulu ayam,
jamur, tepung sari bunga dan lainnya? Lalu hindari benda-benda pemicu alergi
tersebut.
2.4 Penyakit yang menyerang indra peraba :
2.4.1 Kudis
Penyebab : Disebabkan oleh tungau
(mite) Sarcoptes scabiei yang dicirikan dengan adanya keropeng, kebotakan, dan
kegatalan pada kulit. Gejala : Liang pada permukaan kulit, gatal, dan kemerahan dan biasanya ada infeksi
sekunder, misalnya akibat bakteri. Pada bayi, gejala yang khas yaitu adanya
bisul pada telapak kaki dan telapak tangan. Akibat
: Penderita mengalami kegatalan dan kesakitan.
Penderita jadi sering menggaruk kulitnya. Akibat infeksi terbentuk kerak kudis
yang berwarna coklat keabuan yang berbau anyir. Cara Pencegahan : Tidak ada vaksin untuk
kudis sehingga pencegahan harus dilakukan melalui menghindari infeksi. Seluruh
pihak yang berada dekat dengan penderita perlu diobati pada waktu bersamaan,
walaupun belum ada gejala. Pakaian, handuk, seprai dan barang-barang yang
bersentuhan dengan kulit sebaiknya dicuci dan disetrika untuk mencegah
penularan. Cara Pengobatan : Diobati dengan salep antikudis yang disebut salep 2-4. Setelah
penderita mandi, salep dioleskan dan digosok agak keras agar salep masuk ke
terowongan dan kontak dengan kutu. Setelah itu, penderita tak boleh mandi
selama tiga hari agar obat tersebut tetap bertahan pada tempatnya.
2.4.2 Panu
Penyebab : Keringat yang dibiarkan
menempel pada kulit dalam waktu yang lama. Kotoran tersebut lama-kelamaan
menjadi jamur yang menyebabkan panu muncul. Gejala : Bercak berwarna pada
kulit dengan batas sangat tegas dibanding warna kulit di sekitarnya. Akibat : Jika dibiarkan, lama
kelamaan bercaknya akan menyebar ke bagian kulit lainnya dan menyebabkan gatal.
Jika digaruk, bercaknya menimbulkan serpihan berwarna putih. Cara
Pencegahan : Menjaga
higienitas perseorangan, hindari kelembaban kulit dan menghindari kontak
langsung dengan penderita. Cara Pengobatan : Panu umumnya diobati dengan antijamur topikal.
Pengobatan ini membasmi panu secara temporer. Untuk itu perlu diulangi secara
rutin dan teratur untuk mencegah panu kambuh lagi.
2.4.3 Kadas
Penyebab : Salah satu infeksi
jamur dermatofitosis (dermatophytosis) pada permukaan kulit yang disebabkan
oleh jamur dermatophyte. Bentuk (klinis) infeksi jamur dermatofitosis pada permukaan kulit
dibedakan berdasarkan tempatnya, diantaranya: Tinea Kapitis (Tinea
capitis). Infeksi jamur yang terletak di kulit dan rambut kepala. Tinea Korporis
( Tinea corporis ). Terletak pada kulit wajah, badan, lengan dan bokong. Tinea Kruris.
Di daerah pelipatan paha, organ genital dan daerah anus. apat menyebar ke
bokong dan perut bagian bawah. Tinea Pedis. Terletak di kulit tangan dan kaki,
sela jari, telapak tangan maupun kaki. Tinea Unguium. Infeksi jamur dermatofitosis di
kuku. Tinea Imbrikata. Bercak bersisik dan melingkar serta terasa gatal. Gejala : Tinea corporis ditandai
dengan bercak berbagai bentuk. Terbanyak adalah bentuk annular (seperti cincin)
dan iris (sirkuler). Masing-masing bercak dapat bergabung membantuk bercak yang
lebih luas, Bercak
berbatas tegas dengan bagian tepi relatif lebih aktif dan lebih jelas dibanding
bagian tengah, Pada fase akut terasa gatal, terutama jika berkeringat dan cuaca
panas, Pada
Tinea corporis menahun lebih sering diabaikan lantaran tidak menimbulkan
keluhan selain keluhan kosmetik. Akibat :
Munculnya bercak pada kulit dan menyebabkan gatal. Cara
Pencegahan : Menggunakan
pakaian longgar dan sedapat mungkin terbuat dari bahan katun, Menggunakan kaos kaki
dari bahan katun dan menghindari memakai kaos kaki yang lembab, Mengganti pakaian setiap
hari dengan pakaian kering, Menggunakan sepatu yang tidak lembab, Mengeringkan handuk setelah setiap kali digunakan, Menghindari memakai
pakaian orang lain yang sedang menderita infeksi jamur kulit, Mandi dengan air bersih
segera setelah mandi di tempat-tempat umum, Jika perlu, menaburkan bedak atau bedak anti
jamur terutama di sela-sela jari kaki dan pelipatan kulit. Cara
Pengobatan : Prinsip
pengobatan ditujukan kepada pemberantasan jamur dan mengurangi keluhan penyerta
(simptomatis) serta mencegah reinfeksi selama maupun setelah pengobatan.
2.4.4 Albino
Penyebab : Albino adalah kelainan
genetik, bukan penyakit infeksi. Gejala :
Kulit dan rambut berwarna putih/tidak memiliki warna. Akibat : Kulit dan rambut tidak
memiliki pigmen. Cara Pencegahan : Dilakukan tes kromosum pra-nikah untuk mengurangi resiko anak
mengalami albino. Apalagi jika ada riwayat keluarga yang mengalami albino. Cara
Pengobatan : Albino
tidak dapat diobati.
2.4.5 Kanker
Kulit
Penyebab : Berhubungan dengan
sinar matahari dalam waktu yang lama,
Orang-orang dengan kandungan sedikit melamin pada kulit
misalnya orang-orang dengan warna kulit cerah, Berhubungan langsung dengan zat-zat karsinogenik
(seperti batu bara, pestisida, minyak paraffin) dan dapat juga akibat
berhubungan dengan sisa-sisa radioaktif dan radium, Sering mengalami luka
bakar berulang, seperti , tukang las, tukang minyak dan lain-lain. Gejala : Tahi lalat yang
asimetris : Tahi
lalat harus memiliki bentuk yang teratur. Setiap perubahan yang menimbulkan
perubahan pada ukuran dan bentuk tahi lalat harus menjadi perhatian. Periksakan
perubahan tersebut ke dokter kulit. Tepi tahi lalat : Bagian tepi tahi lalat harus berbentuk halus dan
tidak berubah selama bertahun-tahun. Luka, bengkak, atau tepian yang membesar
adalah pertanda Anda perlu memperhatikan kesehatan kulit. Warna tahi
lalat : Warna
tahi lalat harus tetap dan tidak berubah. Orang dengan rambut berwarna cerah
seharusnya memiliki warna tahi lalat yang lebih cerah, dan tahi lalat warna
lebih gelap bagi yang berkulit gelap. Perubahan warna tahi lalat
kemerah-merahan sebaiknya menjadi perhatian. Ukuran : Semakin besar diameter
tahi lalat, semakin tinggi risiko terkena kanker kulit. Apalagi jika ada tahi
lalat yang tumbuh di atas enam milimeter. Perubahan demikian adalah peringatan
serius. Tahi lalat baru : Jika tubuh Anda terlalu sering terdapat tahi lalat baru, saatnya
segera berkonsultasi dengan dokter. Gatal-gatal : Tahi lalat yang terasa gatal adalah pertanda
buruk. Selain gatal, tahi lalat yang membesar, bersisik atau berdarah bisa
menjadi gejala-gejala terjadinya kanker kulit. Periksakan ke dokter kulit
segera. Risiko bawaan : Orang dengan kulit sangat pucat lebih berisiko terkena kanker kulit
dibandingkan orang dengan kulit berwarna. Waspadai bila ada anggota keluarga
yang terkena karsinoma, karena risiko terkena kanker kulit lebih besar. Akibat : Pertumbuhan sel-sel
kulit yang tidak terkendali, dapat merusak jaringan di sekitarnya dan mampu
menyebar ke bagian tubuh yang lain. Cara Pencegahan : Pemeriksaan kulit secara sederhana untuk mencari
ada tidaknya tanda-tanda kanker kulit dapat dilakukan sendiri dengan melakukan
SSE (skin self examination) terutama pada setiap kulit, tahi lalat jaringan
parut atau bercak-bercak sejak lahir. SSE disarankan dilakukan setiap bulan
pada waktu yang sama misalnya setiap tanggal satu setelah mandi sore. Bagi para
wanita SSE dapat dlakukan bersamaan waktunya dengan BSE ( breast self
examination) pemeriksaan payudara sendiri atau sadari, Selain tanda-tanda
seperti pada SSE yang diamati, perlu juga mengamati tanda perubahan tradisional
seperti tumbuhnya kulit baru yang tidak wajar, luka yang tidak sembuh-sembuh
atau adanya bagian kulit tertentu yang sering mengalami iritasi. Bila terdapat
berbagai kondisi seperti disebutkan di atas maka disarankan secepatnya
memeriksakan diri pada dokter. Ada dan tidaknya kanker dapat dipastikan dengan
biopsy, untuk itu bila mencurigai adanya kanker kulit . langkah pertama.
Melakukan pemeriksaan diri secara cepat dapat mencegah timbulnya penyakit ini, Tidak berlama-lama
berada di bawah sinar matahari. Cara Pengobatan : Seperti kanker pada umumnya, kanker kulit bisa
diobati dengan operasi pengangkatan sel-sel kanker dan dilanjutkan dengan
kemoterapi.
2.4.6 Eksim
Tanda penyakit Kulit Eksim antara
lain bersisik, pecah-pecah, kulit kemerah-merahan, merasa gatal terlebih pada
malam hari. Badan yang meradang dan iritasi
adalah bentuk dari ciri-ciri eksim. Eksim sama seperti penyait lainnya yaitu
gatal-gatal. Eksim bisa disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya setelah
memegang sabun ternyata tangan terasa gatal. Gejala yang timbul pada kulit
bervariasi, ada yang terasa gatal ringan dan ada juga yang merasaan panas. Jika
penderita terasa kulitnya semakin gatal dan tingkat kestersan terhadap gatal
tersebut akan menghasilkan penyakit eksim semakin buruk. Ada beberapa cara bisa
dilakukan sebagai bahan pengobatan. Misalnya salap dan krim yang mengandung
kortikosteroid seperti hydrokortison bisa mengurangi proses inflamasi atau
keradangan
2.4.7 Lepra
Penyakit kulit Lepra memiliki gejala
awalannya yaitu kulit tampak mengkerut apalagi bila penyakit tersebut
telah akut kumannya perlahan-lahan akan mengonsumsi kulit dan daging.
2.4.8 Ketombe
Penyebab penyakit Ketombe diduga
erat kaitannya dengan kegiatan kelenjar sebasea di kulit. yang mana
berciri-cirimerah, bersisik, berminyak, bau. Cara pencegahannya : keramas
dengan menggunakan shampo anti ketombe, usahakan kulit kepala agar tetap bersih
dan tidak berminyak. Karena hal itu dapat mengakibatkan ketombe.
2.4.9 Campak
Gejala penyakit campak antara lain badan
merasa lesu, tidak nafsu makan, demam, bersin, pilek, sakit kepala, dan radang
mata.
2.4.10 Kusta
Penyakit kulit kusta merupakan
infeksi kritis disebabkan oleh lepra yang interseluler obligat, yang
menyerang saraf pinggir dan menyerang mata, otot, kulit, saluran nafas
bagian atas, sistem endotelial, mukosa mulut, tulang, dan testis
2.4.11 Bisul
Penyakit kulit bisul timbul karena
ada infeksi bakteri stafilokokus aureus di kulit lewat folikel rambut,kelenjar
minyak, kelenjar keringat yang sesudah itu menyebabkan infeksi lokal.
2.4.12Jerawat
Jerawat adalah penyakit yang biasanya muncul di wajah,
leher, punggung, bahu, dada, bahkan di lengan atas. Jerawat disebabkan oleh
tersumbatnya pori-pori kulit oleh kotoran. Cara pencegahannya : makan makanan
yang tidak mengandung banyak lemak, perbanyak minm air putih, makan makanan
yang ber vitamin E. Cara pengobatannya : gunakan cream anti jerawat sesuai
resep dokter. Pada umumnya jerawat
pernah muncul disetiap individu, karena jerawat sangat mudah sekali muncul pada
permukaan kotor dan berminyak. Tapi, bagi remaja saat masa pubernya. Jangan
terlalu heran dan kuwatir, karena jerawat yang muncul pada wajah kalian ada
dampak dari stresnya sistem pertumbuhan anda sehingga muncul jerawat. Jerawat
sangat suka pada wajah memiliki kulit yang berminyak banyak. Apalagi wajah
tersebut berminyak dan kotor, pasti para jamur sangat sedang dan berkembang
biak di wajah anda. Jerawat akan berhenti muncul pada usia sudah lebih dari 25
tahun. Jika masih ada muncul, maka jerawat tersebut tidak sebanyak waktu usia
sebelum 25 tahun. Jerwat terbagi dari 3 macam, yaitu:
- Jerwat Biasa : Jerawat biasa sangat mudah untuk ditemukan, karena disetiap wajah dan tempat-tempat yang berminyak sering muncul jerwat biasa. Jerawat biasa berbentuk kemerah-merahan kecil dan pemicu utamanya adalah kelebihan minyak pada kulit. Dan jerawat inipun sering dipengaruhi oleh sifat dari penderita, misalnya stres menghadapi suatu masalah, faktor hormonal dan udara dan membuat minyak yang mestinya keluar dari pori-pori sehingga sumbat menjadi jerawat biasa.
- Jerawat Batu : Jerawat batu sangat mempengaruhi kepercayaan diri seseorang. Karena dari bentuk berukuran besar maka inilah membuat faktor dari malunya seseorang. Beberapa faktor yang membuat jerawat batu muncul adalah kelenjar minyak yang terlalu aktif dan cendrung membanjiri pori-pori kulit, pertumbuhan sel-sel kulit yang terlalu lambat dari bawah normal. Sehingga akan mengakibatkan sel kulit tidak bergenerasi secepat orang yang mempunyai kulit normal, dan trakhir kulit terlalu sensitif, sehingga jika ada sesuatu yang terlalu tidak baik pada kulit akan memunculkan jerwat.
- Komedo : Jerawat ini banyak sekali ditemukan di hidung. Komedo disebabkan oleh banyaknya kelenjar minyak pada kulit yang berlebihan, sehingga menumpuk dan mengeluarkan putih-putih dari kumpulan minyak yang mati.
2.4.13Dermatitis
Dermatitis adalah penyakit peradangan pada kulit dan
ditandai dengan kulit yang membengkak, memererah, dan gatal-gatal.
2.4.14Cacar air
Gejala
Pada
permulaannya, penderita akan merasa sedikit demam, pilek, cepat merasa lelah, lesu, dan
lemah. Gejala-gejala ini khas untuk infeksi virus. Pada kasus yang lebih berat,
bisa didapatkan nyeri sendi, sakit kepala dan pusing. Beberapa hari kemudian
timbullah kemerahan pada kulit
yang berukuran kecil yang pertama kali ditemukan di sekitar dada dan perut atau
punggung lalu diikuti timbul di anggota gerak dan wajah.Kemerahan pada kulit
ini lalu berubah menjadi lenting berisi cairan dengan dinding tipis. Ruam kulit
ini mungkin terasa agak nyeri atau gatal sehingga dapat tergaruk tak sengaja.
Jika lenting ini dibiarkan maka akan segera mengering membentuk keropeng
(krusta) yang nantinya akan terlepas dan meninggalkan bercak di kulit yang lebih gelap
(hiperpigmentasi). Bercak ini lama-kelamaan akan pudar sehingga beberapa waktu
kemudian tidak akan meninggalkan bekas lagi. Lain halnya jika lenting cacar air
tersebut dipecahkan. Krusta akan segera terbentuk lebih dalam sehingga akan
mengering lebih lama. kondisi ini memudahkan infeksi bakteri terjadi pada bekas
luka garukan tadi. setelah mengering bekas cacar air tadi akan menghilangkan
bekas yang dalam. Terlebih lagi jika penderita adalah dewasa atau dewasa muda,
bekas cacar air akan lebih sulit menghilang. Waktu karantina yang disarankan
: Selama 5 hari setelah ruam mulai muncul dan sampai semua lepuh telah
berkeropeng. Selama masa karantina
sebaiknya penderita tetap mandi seperti biasa, karena kuman yang berada pada
kulit akan dapat menginfeksi kulit yang sedang terkena cacar air. Untuk
menghindari timbulnya bekas luka yang sulit hilang sebaiknya menghindari
pecahnya lenting cacar air. Ketika mengeringkan tubuh sesudah mandi sebaiknya
tidak menggosoknya dengan handuk terlalu keras. Untuk menghindari gatal, sebaiknya
diberikan bedak talk yang mengandung menthol sehingga mengurangi gesekan yang
terjadi pada kulit sehingga kulit tidak banyak teriritasi. Untuk yang memiliki
kulit sensitif dapat juga menggunakan bedak talk salycil yang tidak mengandung
mentol. Pastikan anda juga selalu mengonsumsi makanan bergizi untuk mempercepat
proses penyembuhan penyakit itu sendiri. Konsumsi buah- buahan yang mengandung
vitamin C seperti jambu biji dan tomat merah yang dapat dibuat juice. Pencegahan
: Imunisasi
tersedia bagi anak-anak yang berusia lebih dari 12 bulan. Imunisasi ini
dianjurkan bagi orang di atas usia 12 tahun yang tidak mempunyai
kekebalan.Penyakit ini erat kaitannya dengan kekebalan tubuh. Pengobatan : Varicella
ini sebenarnya dapat sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi tidak menutup
kemungkinan adanya serangan berulang saat individu tersebut mengalami panurunan
daya tahan tubuh. Penyakit varicella dapat diberi penggobatan
"Asiklovir" berupa tablet 800 mg per hari setiap 4 jam sekali (dosis
orang dewasa, yaitu 12 tahun ke atas) selama 7-10 hari dan salep yang
mengandung asiklovir 5% yang dioleskan tipis di permukaan yang terinfeksi 6
kali sehari selama 6 hari. Larutan "PK" sebanyak 1% yang dilarutkan dalam
air mandi biasanya juga digunakan. Setelah masa penyembuhan varicella, dapat
dilanjutkan dengan perawatan bekas luka yang ditimbulkan dengan banyak
mengonsumsi air mineral untuk menetralisir ginjal setelah mengonsumsi obat.
Konsumsi vitamin C
plasebo ataupun yang langsung dari buah-buahan segar seperti juice jambu biji,
juice tomat
dan anggur. Vitamin E
untuk kelembaban kulit bisa didapat dari plasebo, minuman dari lidah buaya,
ataupun rumput laut.
Penggunaan lotion yang mengandung pelembab ekstra saat luka sudah benar-
benar sembuh diperlukan untuk menghindari iritasi lebih lanjut.
2.5
Penyakit yang menyerang indra
pengecap
Lidah merupakan suatu organ yang
berisi jaringan otot dan menempel pada dasar mulut. Pada permukaan lidah
terdapat tonjolan - tonjolan yang disebut dengan papil lidah dan berfungsi
sebagai indra perasa kita. Selain itu, lidah juga penghubung atau perpanjangan
dari jantung. Bahkan masyarakat Cina kuno percaya bahwa jantung dapat
memancarkan energinya ke lidah. Jantung yang sehat bisa membuat lidah
mampumembedakan rasa. Lidah juga merupakan rongga eksternal jantung. Sehingga
untuk mendeteksi gangguan jantung dapat dilakukan dengan cara melihat kondisi
lidah.
2.5.1 Ageusia, Hiperguesia, Disguesia
Penyebab : Mulut yang sangat
kering, Perokok
berat, Terapi
penyinaran pada kepala dan leher, Efek samping dari obat (misalnya vinkristin-obat antikanker atau
amitriptilin-obat antidepresi), Luka bakar pada lidah (bisa menyebabkan kerusakan sementara pada jonjot-jonjot
pengecap), Bell’s
palsy (bisa menyebabkan berkurangnya pengecapan pada salah satu sisi lidah), Depresi, Penyakit sistemik
seperti diabetes melitus, refluks gastroesofageal, penyakit ginjal, multipel
sklerosis, zoster otikus, dan Sick Building Syndrome. Obat-obatan seperti : • antibiotik
(tetrasiklin, kloramfenikol, trimetroprim) • antidiare (loperamid) •
antihipertensi (ACE inhibitor) • antirematik (asam asetilsalisilat) • antihistamin
(piperidine) • dan masih banyak lagi, Intoksikasi atau keracunan oleh karbonmonoksida, alopurinol, Perubahan fisiologis
karena perubahan hormonal dan proses penuaan, Gangguan penciuman karena infeksi sinus, infeksi
di mulut, Defisiensi
/ kekurangan vitamin B, vitamin A, dan zinc. Tidak diketahui penyebabnya. Gejala : Aguesia, tidak mampu
mengecap rasa sama sekali. Hipogeusia, kehilangan sensitivitas pengecap.
Disguesia, tidak dapat mengecap rasa tertentu. Akibat : Kehilangan pengecapan
dapat menimbulkan hilangnya nafsu makan. Cara Pencegahan : Kurangi merokok, Tidak meminum
obat-obatan yang keras terlalu banyak kecuali memang diperlukan. Cara
Pengobatan : Sering
makan permen untuk menjaga kelembaban mulut, Memperbaiki kebersihan rongga mulut, Apabila Anda sedang
mengalami infeksi saluran pernapasan, tunggu sampai beberapa hari setelah
penyakit tersebut menghilang, Konsumsi vitamin A (ubi kuning, wortel, sayuran dan buah kuning),
vitamin B (gandum, daging, susu, kacang hijau, ragi, beras, telur), dan mineral
zinc (kacang, gandum, sayur-sayuran hijau seperti bayam dan asparagus, daging,
unggas, tiram)
2.5.2 Candidiasis Oral
Penyebab : Infeksi jamur ragi dari
genus Candida pada membran berlendir mulut. Hal ini sering disebabkan oleh
Candida albicans, atau kadang oleh Candida glabrata dan Candida tropicalis.
sariwan pada mulut bayi disebut candidiasis, sementara jika terjadi di mulut
atau tenggorokan orang dewasa diistilahkan candidosis atau moniliasis. Gejala : Menimbulkan kumpulan
lapisan kental berwarna putih atau krem pada membran mucosal (dinding mulut
dalam). Pada mucosa mulut yang terinfeksi mungkin muncul radang (berwarna
merah). Orang dewasa mungkin mengalami rasa tidak nyaman atau rasa terbakar. Akibat : Lidah menjadi susah
digunakan karena rasa tidak nyaman yang luar biasa. Cara Pencegahan : Mengurangi penggunaan
antibiotic. Cara
Pengobatan : Jangan coba beli obat sendiri tanpa resep dokter karena bisa membuat
kuman resisten (kebal) terhadap obat.
2.5.3 Fissured Geografic Tongue
Penyebab : Kebanyakan disebabkan
karena faktor keturunan. Tetapi bisa juga karena alergi makanan atau diperberat
saat terjadi infeksi demam, batuk atau pilek. Penyakit ini biasa diderita anak
di atas 2 tahun. Gejala : SALURAN NAPAS DAN HIDUNG : Batuk / pilek lama (>2 minggu), ASMA,
bersin, hidung buntu, terutama malam dan pagi hari. MIMISAN, suara serak,
SINUSITIS, sering menarik napas dalam. KULIT : Kulit timbul BISUL, kemerahan, bercak
putih dan bekas hitam seperti tergigit nyamuk. Warna putih pada kulit seperti
”panu”. Sering menggosok mata, hidung, telinga, sering menarik atau memegang
alat kelamin karena gatal. Kotoran telinga berlebihan, sedikit berbau, sakit
telinga bila ditekan (otitis eksterna). PEMBULUH DARAH Vaskulitis
(pembuluh darah kecil pecah) : sering LEBAM KEBIRUAN pada tulang kering kaki
atau pipi atas seperti bekas terbentur. Berdebar-debar, mudah pingsan, tekanan
darah rendah. OTOT DAN TULANG : nyeri kaki, kadang nyeri dada terutama saat malam
hari. SALURAN
KENCING : Sering minta kencing, BED WETTING (semalam ngompol 2-3 kali). MATA : Mata gatal,
timbul bintil di kelopak mata (hordeolum). Kulit hitam di area bawah kelopak
mata. memakai kaca mata (silindris) sejak usia 6-12 tahun. HORMONAL :
rambut berlebihan di kaki atau tangan, keputihan, gangguan pertumbuhan tinggi
badan. Kepala,telapak kaki/tangan sering teraba hangat. Berkeringat
berlebihan meski dingin (malam/ac). Keringat berbau. FATIQUE : mudah lelah,
sering minta gendong. Akibat : Lidah pecah-pecah dan terlihat terbelah-belah. Nafsu makan akan
menurun karena susah menelan. Cara Pencegahan : Setiap sehabis makan, sikatlah lidah 10-15x
dengan sikat bulu sedang gerakan pelan tidak boleh melukai lidah, dibantu
dentifris (semacam abu gosok yang dipakai untuk membersihkan gigi). Cara
Pengobatan : Pengobatan
dilakukan dengan pemberian antibiotik atau terapi radiasi.
2.5.4 Kanker Lidah
Penyebab : Merokok, terutama yg
lebih dari 2 pack perhari, resiko tersebut akan meningkat dengan penggunaan
alcohol 6-12 oz sehari. Squamous cell carcinoma pada lidah dapat juga
disebabkan syphilis atau trauma khronis misalnya tambalan atau gigi yang tajam
yg menimbulkan trauma pada lidah. Gejala :
Biasanya terdapat luka (ulkus) seperti sariawan yang
tidak sembuh dengan pengobatan yang adekuat, mudah berdarah, nyeri lokal, nyeri
yang menjalar ke telinga, nyeri menelan, sulit menelan, pergerakan lidah
menjadi semakin terbatas. Akibat : Lidah terasa seperti terbelah dan munculnya eritroplakia (bercak
kemerahan dalam mulut) pada lidah. Cara Pencegahan : Berhenti merokok terutama pada perokok yang
merokok cigarette, cerutu dan merokok dengan mengunakan pipa. Merokok adalah
faktor resiko kanker yang terbesar. Semua jenis tembakau membuat Anda berisiko
kanker. Mencegah tembakau atau memutuskan untuk berhenti menggunakannya
merupakan keputusan kesehatan yang sangat penting. Hal ini merupakan bagian
dari mencegah kanker. Hindari minuman beralkohol. Pemeriksaan rutin 6 bulan sekali ke dokter gigi. Salah satu hal
yang wajib dilakukan dan sangat penting untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut
dengan memeriksakan dan membersihkan gigi secara teratur. Hal itu bisa mencegah
karang gigi, gusi sakit, gigi berlubang,kanker mulut, dan penyakit gigi
lainnya. Jangan tunggu sampai Anda punya masalah, lalu baru pergi ke dokter
gigi. Sebaiknya cegah sebelum terjadi. Menjaga kebersihan mulut dan gigi. Apabila mulut
dan gigi tidak terjaga kebersihannya, maka membuat kuman yang berjangkit
lama-lama menjadi jamur dan akhirnya berkembang menjadi kanker. Selain menyikat
gigi disarankan untuk menggunakan obat kumur yang menuntaskan kegiatan
membersihkan mulut. Cara Pengobatan : Pemberian kombinasi radiasi eksternal dan brakhiterapi interstitial
untung mematikan sel-sel kanker.
2.5.5 Sariawan
Sariawan adalah gejala erosi pada lapisan epitel di dalam
mulut yang dapat menimbulkan rasa perih ketika makan. Sariawan bisa terjadi di
lidah atau pipi. Sariawan disebabkan oleh kekurangan vitamin A, makan makanan
yang bersifat panas, kekurangan zat besi, atau karena penurunan daya tahan
tubuh.
2.5.6 Makroglosia
Makroglosia merupakan penyakit
sebagai akibat dari pembesaran lidah yang mungkin merupakan bagian dari suatu
sindroma yang ditemukan dalam keadaan tumbuh - kembang seperti sindroma dowm.
Pembesaran lidah ini bisa juga sebagai akibat dari tumor (hernangioma atau
limfangioma), penyakit metabolik (seperti amilodosis primer) atau gangguan
endokrin (seperti halnya akromegali ataupun kretinisme)
2.5.7 Mikroglosia
Bila makroglosia merupak penyakit
pada lidah yang berupa pembesaran lidah, maka mikroglosia adalah kebalikannya.
Mirkoglosia merupakan penyakit pada lidah yang berupa pengecilan ukuran dan
bentul lidah
2.5.8 Lidah Dengan Fisura (Scrotal Tongue)
Ini merupakan dorsal dan kedua sisi
lidah ditutupi oleh alur yang dangkal atau dalam tanpa rasa nyeri; karena
terdapatnya alur - alur ini maka dapat menyebabkan penumpukan debris di
dalamnya yang kemudian bisa mengakibatkan iritasi
2.5.9 Glosoptosis
Glosoptosis merupakan penyakit pada
lidah yang berupa lidah yang tertarik ke belakang. Pada bayi baru lahir atau
pada anak-anak kondisi glosoptosis sangan berbahaya karena bisa saja
sewaktu-waktu lidahnya menutup saluran nafas yang bila tidak segera ditangani
dengan benar bisa menyebabkan kematian.
2.5.10 Glossopyrosis
Glossopyrosis adalah sebuah penyakit dengan gejala lidah terasa
perih dan terbakar namun tanpa gejala. Penyebabnya adalah penggunaan obat kumur
dalam jangka panjang
2.5.11 Atrophic
Glossitis
Atrophic Glossitis adalah suatu penyakit yang menyebabkan
lidah kehilangan rasa. Lidahnya akan tampak licin dan mengkilat. Penyakit ini
disebabkan oleh kekurangan zat besi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar