1. MEKANISME PENCIUMAN
Sel - sel sensoris dari
epitel olfaktoris merupakan nauron bipolar dimana ujung reseptornya
adalah modifikasi silia yang menjulur terbenam dalam mukus yang
melapisinya dan akson menembus lempeng kribiformis pada atap cavum nasi
untuk masuk ke dasar rongga krranium untuk bersinaps dengan sel mitral
pada bulbus olfaktoris. protein pengikat bau yang terletak pada membran
plasma silia adalah sensitif terhadap molekul kelompok bau spesifik,
dimana setiap molekul dikenal sebagai bau. ketika bau berikatan ke
reseptor yang berikatan ke reseptor berkaitan, terdapat satu atau dua
kemungkinan. reseptor itu masuk menuju pintu ion channel dan ion channel
membuka dan ion channel mengaktifkan adenilat siklase, menyebabkan
pembentukan cAMP, yang mempermudah pembukaan ion channel. kedua, akan
menyababkan pembukaan ion channel sehingga ion mengalir kedalam sel
diikuti depolarisasi plasmalema dan sel olfaktorius jadi terangsang.
potensial aksi yang ditimbulkan oleh depolarisasi sel olfaktorius
dihantarkan, melalui kontak sinapsis , ke mitral di bulbus olfaktorius.
akson sel mitral membentuk traktus olfaktorius.
2. MEKANISME PERNAFASAN
Pola
pemasukan udara inspirasi menganut hukum fisika dengan mengacu teori
hukum boyle, hukum termodinamika, hukum dalton dan hukum laplace. saat
paru-paru mengembang sangat ditentukan oleh adanya elastisitas pleura,
otot intercostalis, otot pectoralis, cairan surfactant di alveolus dan
juga kontraksi diafragma. fungsi cairan surfactant ini memelihara
tegangan permukaan alveolus tetap rendah sehingga alveolus tetap
lenting, keberadaan cairan surfactant ini juga membentuk kapasitas
volume residu sehingga memelihara paru-paru agar tidak kolaps. proses
pengaturan ventilasi diatur dengan dimulainya kerja otot pernafasan
(m.intercostalis, m.pectoralis major, m.pectoralis minor). proses
respirasi diatur oleh pusat pernafasan pada otak yaitu medula oblongata
dan pons. pons terdiri dari pneumatic area yang berguna untuk
menginhibisi sirkuit inspirasi dan meningkatkan irama respirasi.
apneustic area mengeksitasi sirkuit respirasi
3. TRANSPOR GAS DI DALAM PEMBULUH DARAH
Setelah
difusi dari alveolus ke kapiler, selanjutnya gas oksigen
ditransportasikan ke sel sel yang membutuhkan melalui pembuluh darah dan
pengangkutan karbondioksida ke kapiler paru. sekitar 97-98,5% oksigen
di transportasikan dengan cara berkaitan dengan Hb, sisanya larut dalam
plasma. sekitar 5-7% karbondioksida larut dalam plasma, 23-30%
berkaitan dengan Hb dan 65-70% dalam bentuk HCO3.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar