Kamis, 14 Januari 2016

Sistem Respiratory

1. MEKANISME PENCIUMAN

Sel - sel sensoris dari epitel olfaktoris merupakan nauron bipolar dimana ujung reseptornya adalah modifikasi silia yang menjulur terbenam dalam mukus yang melapisinya dan akson menembus lempeng kribiformis pada atap cavum nasi untuk masuk ke dasar rongga krranium untuk bersinaps dengan sel mitral pada bulbus olfaktoris. protein pengikat bau yang terletak pada membran plasma silia adalah sensitif terhadap molekul kelompok bau spesifik, dimana setiap molekul dikenal sebagai bau. ketika bau berikatan ke reseptor yang berikatan ke reseptor berkaitan, terdapat satu atau dua kemungkinan. reseptor itu masuk menuju pintu ion channel dan ion channel membuka dan ion channel mengaktifkan adenilat siklase, menyebabkan pembentukan cAMP, yang mempermudah pembukaan ion channel. kedua, akan menyababkan pembukaan ion channel sehingga ion mengalir kedalam sel diikuti depolarisasi plasmalema dan sel olfaktorius jadi terangsang. potensial aksi yang ditimbulkan oleh depolarisasi sel olfaktorius dihantarkan, melalui kontak sinapsis , ke mitral di bulbus olfaktorius. akson sel mitral membentuk traktus olfaktorius.

2. MEKANISME PERNAFASAN

Pola pemasukan udara inspirasi menganut hukum fisika dengan mengacu teori hukum boyle, hukum termodinamika, hukum dalton dan hukum laplace. saat paru-paru mengembang sangat ditentukan oleh adanya elastisitas pleura, otot intercostalis, otot pectoralis, cairan surfactant di alveolus dan juga kontraksi diafragma. fungsi  cairan surfactant ini memelihara tegangan permukaan alveolus tetap rendah sehingga alveolus tetap lenting, keberadaan cairan surfactant ini juga membentuk kapasitas volume residu sehingga memelihara paru-paru agar tidak kolaps. proses pengaturan ventilasi diatur dengan dimulainya kerja otot pernafasan (m.intercostalis, m.pectoralis major, m.pectoralis minor). proses respirasi diatur oleh pusat pernafasan pada otak yaitu medula oblongata dan pons.  pons terdiri dari pneumatic area yang berguna untuk menginhibisi sirkuit inspirasi dan meningkatkan irama respirasi. apneustic area mengeksitasi sirkuit respirasi

3. TRANSPOR GAS DI DALAM PEMBULUH DARAH

Setelah difusi dari alveolus ke kapiler, selanjutnya gas oksigen ditransportasikan ke sel sel yang membutuhkan melalui pembuluh darah dan pengangkutan karbondioksida  ke kapiler paru. sekitar 97-98,5%  oksigen di transportasikan dengan cara berkaitan dengan Hb, sisanya larut dalam plasma. sekitar 5-7% karbondioksida larut dalam plasma, 23-30% berkaitan dengan Hb dan 65-70% dalam bentuk HCO3.